Kiyong, Sajian Siput Sawah Khas Ramadan

  • Bagikan
Tanirah penjual “Kiyong” di desa Kebondalem
SAJIAN WAJIB: Tanirah penjual “Kiyong” di desa Kebondalem sedang mengemas dagangannya untuk pembeli, Minggu (18/4). (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Setiap bulan Ramdan tiba, kuliner bernama Kiyong selalu menjadi buruan masyarakat Kabupaten Pemalang sebagai menu berbuka puasa. Makanan yang berbahan dasar siput sawah ini memiliki cita rasa pedas dan gurih menjadi favorit masyarakat setempat.

Tanirah, salah satu penjual Kiyong mengaku hanya menjajahkannya disaat bulan karena memang lebih sering diburu masyarakat sebagai makanan berbuka puasa. Ia mengaku banyak menerima pesanan dari masyarakat yang ingin menikmati sajian khas Ramadan. Makanan ini juga dijual selain di bulan puasa, namun sulit ditemukan.

“Pasti waktu bulan Ramadhan banyak pelanggan yang memesan makanan ini, bahkan ketika waktu berbuka tiba dalam sekejap langsung habis tak bersisa diserbu pembeli,” katanya Minggu (18/4).

Cara membuat masakan ini lumayan menyita waktu, butuh sekitar lebih dari 30 menit untuk merebus siput sawah tentunya sudah dibersikan, dengan air yang diberi garam secukupnya. Lalu selanjutnya buat bumbu dari santan yang masih terdapat parutan kelapa, laos, daun salam, jahe, kunir, cabe merah dan rawit. Semua bumbu direbus terlebih dahulu sebelum dihaluskan. Setelah itu masukan siput yang sudah ditiriskan airnya kedalam bumbu kemudian tunggu 10 menit sampai semuanya meresap ke daging siput dan siap untuk disantap.

BACA JUGA:  Shalat Tarawih Jamaah Dibatasi 50 Persen

“Membuat makanan ini susah gampang yang lama itu waktu merebusnya juga jangan lupa bersihkan siput sebersih mungkin karena jika tidak siput ini terdapat racun namun kembali lagi jika pengolahan baik maka semua aman,” terangnya.

Seorang penggemar Kiyong, Liza mengatakan selalu membeli masakan ini untuk berbuka puasa karena ini adalah makanan favoritnya saat Ramadan. Ia juga mengatakan tidak lengkap rasanya jika bulan Ramadan tanpa ada makanan tersebut walaupun di bulan-bulan biasa ada namun sangat sulit ditemukan.

“Makanan favorit saya saat Ramadan ini tak pernah absen pasti selalu saya beli sebagai menu untuk berbuka, tapi memang jika dibulan lainnya walaupun makanan ini ada namun sangat sulit ditemukan dan lebih sedap rasanya jika disajikan sebagai salah satu menu berbuka,” ungkapnya.(cr8/akh)

  • Bagikan