PJJ Pengaruhi Pendidikan Karakter Guru ke Siswa

  • Bagikan
Kisranto, Kepala Sekolah SDN 3 Taman
Kisranto, Kepala Sekolah SDN 3 Taman. (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANGTantangan menjadi seorang guru saat pendemi Covid-19 ini lebih besar sebab mereka dituntut untuk terus mengajar dengan menggunakan metode pendidikan jarak jauh (PJJ). Hal ini menjadi tantangan terbesar adalah untuk membuat siswa bisa mengerti dengan materi yang dijelaskan. Metode yang disampaikan oleh guru juga berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.

Menurut Kepala SD N 3 Taman Kisranto Sebagai seorang guru sekolah dasar (SD) mempunyai tanggung jawab yang lebih dibandingkan dengan guru di jenjang lain. Menurutnya, pendidikan sekolah dasar bisa menjadi penentu kepriadian seseorang saat dirinya dewasa.

“Tanggung jawab untuk semua guru SD sangat besar untuk membentuk kepribadian anak saat kelak desawa nanti, biasanya pendidikan dasar ini akan terus diingat oleh anak bagaimana gurunya memberikan materi, mencontohkan sikap dan perilaku pada anak didiknya,” katanya Selasa (20/4).

Ia menyoroti tentang pembelajaran jarak jauh ini yang membuat guru sulit untuk memberikan materi mereka ke para anak didiknya. Metode dengan menggunakan media internet ini tidak bisa menjelaskan secara langsung dan inilah titik perbedaan pendidik dengan pengajar. Ia menjelaskan, mereka yang memberikan ilmu dan mencetak kepribadian seorang anak dengan metode pendekatan langsung, berbeda dengan pengajar yang hanya memberikan pegetahuan saja.

BACA JUGA:  Setahun PJJ, Guru Diharapkan Tetap Beri Pelayanan Maksimal bagi Siswa

“Pendidik itu seperti guru SD yang setiap hari tau bagaiamana pola perilaku anak, kebiasaan mereka, dan penanganannya jadi kedekatan seorang guru dan siswanya sangat terikat. Ini berbeda dengan pengajar yaitu hanya memberikan pengetahuan atau ilmunya saja namun tidak ada kedekatan antar murid dan pengajar,” jelasnya.

Kisranto sangat mengerti kesulitan para guru ketika pembelajaran daring berkaitan dengan kurangnya kedekatan antar siswa dan guru karena ikatan ini tidak akan tercipta tanpa adanya kontak langsung. Sehingga, ia mengajak kepada orang tua untuk bersama-sama mendukung perkembangan karakter dan akademis anak-anak.

“Betapa sulitnya menjadi seorang guru serta harus memahami dan semoga masyarakat lebih menghargai,” tuturnya.(cr8/akh)

  • Bagikan