Kolaborasi Guru dan Orang Tua Kunci Siswa Raih Prestasi

  • Bagikan
SD N 02 Kebondalem
PELANTIKAN: 21 Siswa SD N 02 Kebondalem yang dilantik menjadi Pramuka Garuda pada Senin (12/4) di halaman sekolah. (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANG – SD Negeri 2 Kebondalem Pemalang sempat mengalami kesulitan mencetak siswa berprestasi secara individu pada rentang waktu tahun 2018 sampai 2019. Hal ini terjadi karena ada peralihan ke kurikulum 2013 yang masih baru pada waktu itu. Namun, berkat kerja sama antara kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa, pada 2020 sampai 2021 bisa mendapatkan prestasinya kembali baik individu maupun kelompok.

SDN 2 Kebondalem salah satu sekolah dasar yang cukup terkenal di Kabupaten Pemalang dalam mencetak siswa berprestasi setiap tahun. Slamet yang menjadi guru kelas lima menuturkan kunci dalam memperoleh prestasi ini ada dua, yaitu memberikan motivasi kepada anak untuk belajar dan memperlakukan mereka sesuai dengan potensi diri.

“Bahkan anak bandel sekalipun memiliki potensinya sendiri jadi bukan hanya akademi jika mereka punya potensi olahraga kami guru akan dukung siswa untuk bisa raih prestasi seperti kemarin kami bisa meraih dan menjadi satu-satunya SD yang memperoleh gelar Pramuka Siaga Garuda yaitu tingkatan tertinggi dalam pramuka,” katanya.

Meski berada dalam masa pandemi Covid-19, tak menyurutkan niat siswa sekolah tersebut untuk mengukir berbagai prestasi seperti lomba bercerita, kompetisi sains nasional dan pramuka garuda. Keberhasilan dalam mencetak siswa berprestasi ini diakuinya sebagai bentuk kerjasama antara guru dan orang tua siswa. Ia menjelaskan guru biasanya akan memetakan siswa yang memiliki potensi dari kelas empat dan lima.

BACA JUGA:  Pascanatal, Kapolda-Pangdam Cek Wilayah Jateng Selatan

“Diseleksi serta dipilih delapan anak yang memiliki potensi dan kami guru akan memberitahu orang tua siswa bahwa anak mereka memiliki potensi, kami akan menyarankan agar diberi les khusus untuk mereka orang tua agar potensi yang ada bisa ditingkatkan atau digali kembali,” tuturnya.

Ia mengakui untuk tahun pandemi ini peran sekolah sangat terbatas sebab pembelajaran secara daring kurang efekif untuk siswa, mereka lebih sulit menyerap atau memahami materi yang ada. Namun Slamet tidak menyerah setiap mata pelajaran paling tidak empat kali dalam seminggu melakukan pembelajaran dengan metode panggilan video. Hal ini untuk mengerti karekter masing-masing siswa dan bagaimana penanganannya walaupun hanya dua jam namun itu sudah cukup baginya.

“Saat ini kerjasama dan peran orang tua sangat penting juga berdampak paling besar bagi anak mereka, namun saya sendiri tetap berusaha dan bila ada anak yang tidak mengerti kami akan panggil dan menjelaskan di sekolah tentunya dengan protokol kesehatan,” imbuhnya.(cr8/akh)

  • Bagikan