Vaksinasi Masyarakat Umum Dimulai Bulan Depan

  • Bagikan
dr. Joko Leksono
RENCANAKAN: dr. Joko Leksono, saat ditemui awak media belum lama ini. (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati merencanakan vaksinasi bagi masyarakat umum dimulai pada bulan Mei nanti. Kepastian vaksinasi gelombang III tersebut menyusul pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa suntik vaksin tak membatalkan puasa umat Islam. Selain itu respon positif masyarakat juga menjadi dasar vaksinasi akan digelar secara umum.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Joko Leksono Widodo meminta masyarakat mengikuti program vaksinasi umum tersebut. Terlebih mereka yang memiliki pekerjaan dengan mobilitas tinggi.

“Vaksin ini untuk semua masyarakat yang memenuhi syarat. Tidak kontra indikasi, auto imun seperti hipertensi berat dan lain-lain,”terangnya belum lama ini.

Dia menyebut masyarakat akan mendapatkam vaksin secara bertahap. Sesuai dengan ketersediaan dan kapasitas distribusi dati Kementerian Kesehatan RI.

“Vaksinasi Kabupaten Pati masih berada di gelombang II hingga bulan April ini. Yaitu vaksinasi Covid-19 untuk para pedagang pasar dan kelompok rentan yakni bagi para lansia,” jelasnya.

Selain itu dua kelompok tersebut, beberapa waktu lalu vaksinasi juga telah dilakukan. Yakni kepada para guru di sejumlah sekolah yang menyelenggarakan uji coba kegiatan tatap muka.

“Para guru yang sekolahnya ditunjuk menjadi pelaksana simulasi PTM. Yakni di SMAN 1, SMKN 1, MAN 1, SMPN 3, dan MTs Negeri 1. Juga Swab Antigen bagi para siswa yang mengikutinya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Isi Ramadan dengan Mengkaji Kitab Kuning

Joko menjelaskan, respon positif masyarakat akan membantu pihaknya dalam menjalankan vaksinasi. Pihaknya juga kerap mendapatkan pengusulan vaksinasi dari masyarakat luas. Maka pelaksanaan vaksinasi umum mendatang ia akan bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan swasta.

“Di Kabupaten Pati ada 82 fasilitas layanan kesehatan. Terdiri dari 29 Puskesmas 10 Rumah Sakit. Sisanya adalah klinik kesehatan milik swasta,” sebutnya.

Dia menjelaskan, vaksinasi menyeluruh baru akan selesai pada bulan Maret 2022. Mengingat stok vaksin dunia yang terbatas.

“Berdasarkan keterangan WHO, ada beberapa negara yang butuh waktu hingga 10 tahun untuk vaksin menyeluruh. Jadi selesai Maret 2022 tergolong lebih cepat daripada lainnya,” imbuhnya.

Selain banyaknya warga yang harus mendapatkan vaksin, data masyarakat penerima juga terus berkembang. Jumlahnya akan terus bertambah setiap waktu.

“Jadi begini, vaksin ini kan untuk usia 18 tahun keatas. Jadi yang akan memasuki usia tersebut juga akan bertambah terus seiring waktu. Maka kita semua akan terus bersanding dengan vaksinasi Covid-19 untuk seterusnya,” pungkasnya. (cr4/zul)

  • Bagikan