Meski Rumit, Optimistis Uji Coba PTM Lancar

  • Bagikan
siswa SMP N 4 Pemalang
PATUHI PROKES: Seorang siswa SMP N 4 Pemalang sedang mencuci tangan sebelum memasuki kelas untuk mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). (DOK. PRIBADI / LINGKAR JATENG)

PEMALANGKembali memulai pembelajaran secara normal di sekolahan adalah impian semua lapisan orang tua, guru dan siswa. Namun, hal ini masih belum dapat dilaksanakan karena keperadaan pandemi Covid-19 belum juga hilang. Meski begitu, pemerintah tetap berupaya melakukan sesuatu agar pembelajaran tatap muka (PTM) Kembali dilaksankan.

SMP Negeri 4 Pemalang menjadi salah satu sekolah yang diberi kesempatan untuk menggelar uji coba PTM tahap kedua. Meski persyaratan dan verifikasinya rumit serta sulit, Kepala SMP Negeri 4 Pemalang Rusmin tetap optimis dapat menjalankan hal itu. Sebagai salah satu sekolah yang dipercaya untuk melakukan uji coba PTM, kami akan senantiasa mengawasi siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar.

“Bahkan dari total sebanyak 96 siswa yang akan menjalani PTM, tiga diantaranya kami minta untuk tetap belajar dari rumah karena memiliki komorbid atau penyakit bawaan,” katanya.

Ia melanjutkan, pendeteksian tersebut dilakukan melalui wali kelas, mengingat wali kelas merupakan penanggungjawab kelas yang lebih dekat dengan siswa. Selain itu, data riwayat siswa saat awal melakukan pendaftaran di sekolah juga digunakan untuk melihat apakah siswa punya penyakit bawaan atau tidak.

BACA JUGA:  Rektor Undip Dorong Kampus Buka Posko Pengaduan UU Cipta Kerja

“Siswa juga harus mendapat ijin dari orang tua, tidak tinggal di zona merah atau oranye, mempunyai handphone serta bisa mengoperasikannya,” jelasnya.

Menurutnya dalam pelaksanaan uji coba PTM dari provinsi ini benar-benar perlu dilakukan dengan matang. SMP N 4 Pealang menjadi salah satu dari empat sekolah di Kabupaten Pemalang yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk menggelar uji coba PTM. Rusmin berharap, dengan diterapkannya beberapa poin tadi bisa meminimalisir potensi munculnya klaster baru pandemi covid-19 di satuan pendidikan.

“Kami berharap uji coba PTM ini bisa berhasil, sehingga kuota siswa bisa ditambah pada PTM berikutnya,” harapnya.(cr1/akh)

  • Bagikan