Hartopo Berkomitmen Turunkan Angka Stunting untuk Melahirkan Generasi Emas di Kabupaten Kudus

  • Bagikan
Bupati Kudus H.M. Hartopo
Bupati Kudus H.M. Hartopo. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Masalah stunting sangatlah penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera diselesaikan karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih pendek (kecil) dari standar usianya. Di Indonesia, stunting masih menjadi salah satu masalah pelik yang dihadapi. Perlu adanya kerjasama multi instansi untuk menanganinya. Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus Hartopo saat menghadiri rembuk stunting Kabupaten Kudus di pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (28/4).

Hartopo menyampaikan angka stunting Kabupaten Kudus adalah 4,7 persen per Agustus 2020. Angka tersebut lebih kecil dari target yang ditentukan pemerintah pusat yakni 14 persen pada 2024. Namun, pihaknya berupaya untuk terus menurunkan angka stunting. Salah satunya melalui rembuk stunting yang diikuti oleh berbagai kalangan tersebut. Diharapkan setelah rembuk stunting, ada output komitmen untuk menurunkan angka stunting.

“Meskipun angka stunting di Kabupaten Kudus sudah termasuk kecil, kami akan terus berupaya menurunkan angka stunting dengan mengajak jajaran lintas sektoral baik stakeholder di pemerintah maupun organisasi masyarakat,” ucapnya.

BACA JUGA:  Seluruh Pegawai Setda Kudus Lakukan WFH

Hartopo juga meminta agar dalam forum turut mencari penyebab dari tingginya angka stunting. Forum diharapkan nantinya dapat menjawab apakah stunting disebabkan kurangnya sosialisasi di pedesaan atau dikarenakan kemiskinan. Setelahnya, upaya yang tepat dapat disusun untuk efektifitas penurunan angka stunting.

“Dari forum ini, semoga dapat terjawab apakah stunting disebabkan kurangnya edukasi di wilayah pelosok atau karena kemiskinan. Semoga bisa mengorganisir apa yang kita inginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, turut hadir dalam acara Dirjen Bina Bangda Kemendagri Muhammad Jumhadi dan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah dr. Widwiono. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan berita acara dan penandatanganan komitmen bersama penurunan stunting menuju Kudus yang lebih sehat dan sejahtera demi terwujudnya generasi emas 2045.

Kepala Bappeda Kabupaten Kudus Sudjatmiko mengungkapkan terdapat 400 peserta yang terdiri dari kepala dinas, camat, hingga kepala desa, lurah, ormas, dan TP PKK desa. Sebanyak 128 peserta atau sebagian peserta mengikuti acara secara virtual. Pihaknya menyampaikan stunting merupakan salah satu isu nasional yang terdapat dalam RPJMD Kudus 2018-2023.

“Sebagian dari peserta mengikuti secara virtual. Stunting merupakan isu penting yang dibahas di RPJMD 2018-2023,” paparnya.(hms/rds)

  • Bagikan