215 Calon Kades Terpilih Ikuti Diklat

  • Bagikan
Peserta diklat
PAPARAN : Peserta diklat mendapatkan materi administrasi kependudukan. (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI – Sebanyak 215 calon kepala desa (Cakades) yang terpilih dalam pemilihan Pilkades serentak lalu mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat). Sebagian besar peserta hadir langsung di Pendopo Kabupaten Pati, dan sebagian lainnya mengikuti lewat Zoom Meeting di kantor kecamatan masing-masing Rabu (28/4).

Dalam diklat yang digelar selama 3 hari (Selasa-Kamis) tersebut mereka bakal mendapatkan sajian materi dari sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Maka dalam sambutannya, Bupati Haryanto menegaskan diklat wajib diikuti oleh calon kepala desa terpilih. Sedangkam bagi kades petahana yang kembali terpilih mengikutinya melalui zoom meeting dari wilayahnya masing-masing.

“Tak sekedar sebagai pembekalan saja, diklat ini juga sebagai bahan review tugas dan tanggung jawab yang selama ini telah dilakukan. Khususnya bagi kades yang terpilih kembali,” terang Bupati.

Dia menjelaskan, pendidikan dan pelatihan tersebut bertujuan agar para calon kepala desa memiliki bekal kepemimpinan. Serta pengetahuan yang memadai sebelum dilantik.

“Selama 6 tahun menjabat nantinya akan ada banyak hal yang dihadapi. Jadi kepemimpinan dalam menjalankan pelayanan publik kepada masyarakat harus dipersiapkan dengan baik, ” ujarnya.

BACA JUGA:  Direktur UPT RSUD Soewondo Purna Tugas

Menurut Haryanto, ibarat menyetir mobil, diklat tersebut merupakan lisensi mengemudi (SIM) yang wajib dimiliki pengemudi. Sebagai bukti kemampuan yang dimiliki untuk berkendara.

“Latar belakang kepala desa yang berbeda-beda dan tuntutan pelayanan publik yang bagus dan cepat, menuntut diselenggarakannya diklat ini. Para cakades akan dilatih mulai dari sistem pemerintahan sampai keuangan dan bagaimana tata cara memimpin yang baik,” imbuhnya.

Haryanto berharap, dengan adanya diklat tersebut, pelayanan publik di tingkat desa nantinya dapat semakin berjalan prima. Untuk itu, ia berpesan kepada cakades terpilih agar tetap disiplin dalam mengemban amanah. Sehingga kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak baik harus ditinggalkan.

“Yang paling penting adalah disiplin waktu dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Sebab kades akan menjadi panutan masyarakatnya. Sehingga jangan sekali-kali meneruskan kebiasaan yang tidak baik selama ini. Pada setiap langkah dan kebijakan yang diambil, patokannya adalah aturan. Regulasinya harus sesuai,” tutupnya. (cr4/zul)

  • Bagikan