Angka Gizi Buruk Balita Masih Tinggi

  • Bagikan
Kebutuhan nutrisi bagi balita
BALITA SEHAT: Kebutuhan nutrisi bagi balita harus tercukupi untuk menekan angka gizi buruk di Kota Pekalongan yang cukup tinggi. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

PEKALONGANKeberadaan kader tim penggeraan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) dituntut untuk terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan gizi buruk pada balita. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan pada tahun ini jumlah anak balita menderita gizi buruk sebanyak 24 balita, sembilan diantaranya kondisi gizinya membaik dan keluar dari status gizi buruk.

Ketua TP PKK Pekalongan Inggit Soraya mengajak seluruh kadernya untuk untuk membantu pemerintah dalam menekan angka kematian ibu, anak, dan bayi. Termasuk juga menurunkan kasus balita gizi buruk dan stunting.

“Kami melalui Kelompok Kerja IV bidang kesehatan secara masif memberikan sosialisasi dan edukasi pentingnya asupan gizi bagi anak kepada masyarakat khususnya orang tua, ibu hamil, dan ibu yang mempunyai balita,” katanya Rabu (28/4).

Kemudian, pihaknya juga melakukan pemantauan kesehatan bagi ibu hamil, melahirkan, dan menyusui di tiap posyandu yang ada di daerah tersebut melalui kader Nginceng Wong Meteng. Menurutnya, faktor penyebab gizi buruk antara lain karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan.

BACA JUGA:  Pemkot dan Polresta Pekalongan Canangkan Program Kampung Wisata Kuliner

“Jika hal ini tidak segera dicegah dan ditangani akan menyebabkan terjadinya stunting pada anak,” imbuhnya.

Ia berharap, pola hidup yang sehat harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Selain itu, pola asuh dan pola makan yang tepat serta tercukupi akan membantu percepatan penurunan gizi buruk dan stunting.

“Makanan yang sehat belum tentu mahal, tetapi makanan sehat akan mencukupi asupan gizi anak,” harapnya.(hms/akh)

  • Bagikan