Gelar Pentas Seni Budaya di Bulan Ramadan

  • Bagikan
pagelaran budaya di Pendopo Museum RA Kartini Rembang
GELAR: Suasana panggung pagelaran budaya di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Kamis (29/4). (SHOFWAN ZA’IM / LINGKAR JATENG)

REMBANG – Dalam rangka melestarikan budaya ditengah pandemi Covid-19, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang menggelar pentas seni budaya di pendopo museum RA Kartini. Acara yang berlangsung di tengah bulan ramadhan ini digelar secara terbatas dan diutamakan live streamingnya.

Purwono, Kepala Bidang Kebudayaan Dinbudpar menjelaskan, pagelaran seni budaya ini akan dimeriahkan oleh pelaku seni yang ada di Kecamatan Rembang. Mulai dari seni tari, musik, sampai pentas ketoprak.

“Dari bidang kebudayaan, ada program pembinaan dan pelestarian budaya, sekaligus dikolaborasikan dengan UMKM per kecamatan. Hari ini, pagelaran seni budaya dan UMKM sekala kecamatan Rembang,” jelas Purwono.

Acara yang dimulai dari pukul 15.00 itu diawali dengan pentas musik dan bazar UMKM.  Berbagai produk UMKM dipamerkan. Mulai dari souvernir, makanan ringan, minuman khas Rembang, sampai berbagai merek produk bubuk kopi khas Rembang.

“Untuk malamnya, secara live streaming ada pentas seni budaya. Sajian pentas yang akan tampil yakni tari dari sanggar gala ajeng dari Kecamatan Rembang, tong-tongklek dari Punjulharjo, silat dari desa Badeg. Sedangkan hari Jumatnya ada khadroh dari desa Pulo, tari dari sanggar Galuh Kinanti, dan ketoprak dari Kecamatan Rembang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ziarahi Makam Ketua Dewan Syuro Pertama

Untuk acara pagelaran seni budaya ini, rencananya juga akan digelar di beberapa Kecamatan lain. Jadwal yang sudah diagendakan dari Dinbudpar pada tanggal 4 dan 5 Mei nanti akan ada kegiatan yang sama di  parkiran makam RA Kartini di Kecamatan Bulu.

“Rencananya untuk kecamatan Gunem, Sulang dan Bulu. Tapi tempatnya kita fokuskan di makam RA Kartini,” imbuhnya.

Purwono menambahkan, acara ini merupakan jawaban bagi para seniman yang selama ini tidak ada tempat untuk berkreasi dan berkarya selama pandemi. Maka, pihaknya memberi tempat atau ajang untuk mementaskan.

“Kita cari tempat yang bisa untuk menjaga prokes. Khususnya nanti untuk pengunjung hanya 25 persen. Nanti kalau pengunjung sudah 25 persen nanti akan di tutup pengunjungnya,” pungkasnya. (cr6/zul)

  • Bagikan