Zaman Berbeda, Guru Dituntut Inovatif

  • Bagikan
Cipto Wibowo, guru dan mantan Kepala SD N Kebondalem 1
Cipto Wibowo, guru dan mantan Kepala SD N Kebondalem 1. (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANGMenjadi seorang guru tidaklah mudah karena dituntut untuk memiliki inisiatif, kreatifitas,dan inovatif sebagai bekal untuk mendidik anak-anak terutama usia sekolah dasar apalagi jaman sekarang. Hal itulah yang diungkapkan oleh Guru SD N Kebondalem 1 Cipto Wibowo (61) yang akan segera purna tugas 1 Mei mendatang.

Pria yang akrab disapa Pak Bowo menceritakan, kondisi pendidikan di Indonesia sudah berubah jika dibandingkan pada awal ia menjadi seorang pengajar. Dahulu, guru yang menghukum anak bandel dengan cara dijewer itu hal biasa, bahkan orang tuanya pun mendukung. Tapi jika sekarang anak-anak ketika diperlakukan seperti itu dan mereka lapor ke orang tua yang akan terjadi pihak guru akan disalahkan, padahal tindakannya pasti penuh dengan pertimbangan dan hal itu menjadi salah satu tantangan para pendidik sekarang.

“Beda sekali jika berbicara jaman dulu dan sekarang, bahkan ketika salah tidak akan dibela orang tua bahkan akan memberikan hukuman namun sekarang, saat guru melakukan tindakan sebagai salah satu didikan ke anak seperti jeweran atau cubit malah pihak pendidik yang disalahkan oleh orang tua,” katanya.

Guru SDN 1 Kebondalem juga pernah menjabat sebagai kepala sekolah selama 12 tahun, kala itu Bowo sering mendapatkan tugas berpindah-pindah sekolah untuk memperbaiki sistem disana. Ia hanya menjabat dua tahun dan selanjutnya berpindah ke sekolah lain. Saat ia menjadi kepala sekolah sering kali mencetak siswa menjadi juara baik secara akademik maupun non akademik.

BACA JUGA:  Percepat Pemulihan Ekonomi di Tahun 2021

“Dulu waktu saya jadi kepala sekolah itu sering mencetak juara, salah satunya ada salah satu anak didik yang mendapatkan enam mendali dari ajang lomba renang tingkat SD karisidenan,” ungkapnya.

Bowo yang juga seorang seniman teater mampu memberikan suasana yang berbeda saat mengajar. Baginya, mengajar seperti sandiwara di pangung dan hanya pemilihan karakter saja, seperti marah, tegas, lucu, dan saat memberikan materi ke anak didiknya tidak sulit dan dari itu juga ia bisa terus mengajar sampai hampir pensiun ini.

Bowo berpesan untuk semua tenaga pendidik terutama di SD N 1 Kebondalem agar dapat meningkatkan kinerja nya dengan baik agar menghasilkan prestasi anak didik yang maksimal. Tentu hal ini tidak lepas dari kerja sama antar semua pihak dari orang tua, siswa, kepada guru sangat ia harapkan.

“Harapannya semuanya bisa maju dengan kerja sama semua pihak mulai dari orang tua, anak dan guru untuk memajukan pendidikan dan mencetak siswa yang dapat bersaing dengan sekolah lain baik dari segi akademi maupun non akademi seperti olahraga, musik, melukis sebab siswa pasti memiliki potensinya masing-masing,” harapnya.(cr8/akh)

  • Bagikan