Minuman Favorit Pelepas Dahaga Saat Berbuka Puasa

  • Bagikan
penjual legen yang ada di jalan Rembang Blora (Desa Mbesi)
MENINGKAT: Marqini, penjual legen yang ada di jalan Rembang Blora (Desa Mbesi) sedang melayani pembeli.MENINGKAT: Marqini, penjual legen yang ada di jalan Rembang Blora (Desa Mbesi) sedang melayani pembeli. (SHOFWAN ZA’IM / LINGKAR JATENG)

REMBANG –  Legen adalah minuman yang dibuat dari bunga manggar pohon siwalan. Minuman itu menjadi pilihan favorit warga Rembang saat melepas dahaga dikala berbuka puasa. Hal itu bisa dilihat dari ramainya pembeli juga banyaknya penjual legen di pinggir jalan raya Rembang- Blora.

Marqini, penjual legen di Desa Mbesi menuturkan penjualannya meningkat dua kali lipat saat bulan puasa. Penjual legen di Rembang sendiri terpusat di beberapa titik yang dekat dengan penghasil buah siwalan. Titik yang menjadi pusat penjualan legen ada di Desa Bogorame, jalan Rembang Blora, tepatnya di Desa Mbesi dan di desa Sulang.

”Kalau sebelum ramadhan itu habis sekitar enam sampai sepuluh botol. Untuk ramadhan ini sampai 20 botol dalam sehari. Kadang juga lebih, kadang kurang tergantung sepi ramainya,” jelas Marqini.

Marqini menuturkan jika dibandingkan dengan ramadhan tahun kemarin masih laris tahun ini.

“Kemarin itu sepi banget, kalau sekarang lumayan lah. Ndak tau nanti kalau sudah tanggal 6 Mei katanya ada larangan mudik. Kalau buah siwalanya ini lagi sepi, makanya stoknya sedikit. Saya ngambil dari tetangga yang membuat legen. Prosesnya agak sulit. Mulai dari memilih bunga manggar pohon siwalan sampai menunggu airnya. Ptosesnya memang agak lama,” jelasnya.

BACA JUGA:  5 Daerah di Jateng Ini Penghasil Satai Termantap

Untuk harga legen perbotol ukuran satu setengah liter dipatok 10 ribu, yang sudah jadi tuak juga sama. Marqini berjualan mulai jam sepuluh pagi sampai menjelang mahrib. Untuk ramainya saat sore sekitar jam 17.00.

Sementara itu Muhammad Sulaiman, warga desa Banggi Kecamatan Rembang mengaku suka membeli minuman legen dari penjual yang berderet di jalan Mbesi. Ia bersama teman-temanya terkadang juga membeli dari Desa Sulang dan Desa Bogorame yang notabennya pusat penjual legen di Rembang.

“Saya suka, biasanya saya minum untuk berbuka puasa bersama keluarga. Terkadang saya beli bersama teman-teman berangkat ke Bogorame, kalau ndak kesitu ya ke Sulang,” pungkasnya. (cr6/zul)

  • Bagikan