Harga Daging Ayam Alami Kenaikan

  • Bagikan
Pedagang daging ayam
TRANSAKSI: Pedagang daging ayam sedang melayani pembeli di lapak miliknya di Pasar Pagi Pemalang, Senin (10/5). (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANGMenjelang Lebaran, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan, salah satunya daging ayam yang naik 15 persen dari harga awal. Melihat hal itu, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pemalang menjelaskan, hal ini disebabkan adanya kenaikan harga pakan ternak.

Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Diskoperindag Pemalang Eko mengatakan, kenaikan daging ayam ini bukan hanya karena kenaikan permintaan masyarakat menjelang Lebaran. Namun lebih banyak dikarenakan faktor biaya perawatan ternak yaitu untuk pakan yang mengalami kenaikan.

“Kenaikan harga pakan yang lebih berdampak pada kenaikan daging ayam akhir-akhir ini di beberapa pasar tradisional,” katanya Senin (10/5).

Ia menuturkan, harga naik sudah terjadi pada awal Ramadan hanya saja kali ini lebih tinggi dari kemarin, dengan harga awal Rp35.000 sampai Rp36.000 per kilogram naik menjadi Rp40.000 sampai Rp42.000 per kilogram. Meski begitu, pihaknya tidak mengetahui berapa kenaikan untuk harga pakan ternak.

Sementara itu, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Pagi Pemalang Ida mengungkapkan tidak terlalu terkejut untuk kenaikan harga daging ini, sebab sudah lazim setiap tahun pada hari raya pasti mengalami kenaikan. Ia hanya berharap walaupun naik namun penjualannya tetap bisa stabil dan tidak mengalami penurunan walaupun ada pelarangan mudik.

BACA JUGA:  Parsel Mudik Meriahkan Lebaran

“Bukan hal baru pasti setiap hari raya semua harga bahan pokok naik termasuk daging ayam ini,” tuturnya.(cr8/akh)

  • Bagikan