Edukasi Mental untuk Tingkatkan Kelahiran Normal

  • Bagikan
Puskesmas Purwokerto Timur II
SEMANGAT: Panitia pelatihan edukasi untuk ibu hamil dari Puskesmas Purwokerto Timur II berfoto bersama dengan peserta, belum lama ini. (NR SIDIQ / LINGKAR JATENG)

BANYUMAS – Selain pentingnya edukasi kesehatan jasmani, edukasi mental bagi ibu hamil juga penting untuk meningkatkan angka kelahiran normal. Sebab belakangan ini, tren kelahiran normal mengalami penurunan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas Purwokerto Timur II Fitri Nuraeny dalam kegiatan pelatihan ibu hamil yang berjudul “Kelas Bapake Mamake” untuk sejumlah pasangan suami-istri bertempat di Balai Desa Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, belum lama ini.

Fitri mengatakan, tren penurunan kelahiran normal dijadikan landasan untuk diadakannya pelatihan tersebut. Pihaknya mengaku selalu berupaya memberikan edukasi terkait kesehatan ibu hamil, baik secara jasmani maupun mental.

“Kami perlu mengidukasi segala aspek yang terjadi dalam menjalani masa kehamilan, walaupun kami tahu setiap ibu hamil ini setiap bulan pasti datang periksa ke puskesmas namun itu belum cukup dalam mempersiapkan kelahiran. Ada faktor lain yang harus kami edukasi terkait kesiapan mental ibu hamil tersebut dan juga pasangannya agar tetap tenang dalam menghadapi masa persalinan,” terangnya.

Fitri menambahkan, pelatihan tersebut akan terus dilakukan di berbagai kelurahan yang ada di Purwokerto Timur. “Semoga pelatihan bisa berlanjut di tempat lain, agar seluruh ibu hamil yang berada diwilayah kami bisa mengikuti pelatihan edukasi ini, dan harapannya agar angka kelahiran normal ini bisa kembali baik bahkan lebih baik dari sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tiga Desa Terdampak Kekeringan

Salah satu ibu hamil yang mengikuti progam pelatihan ini, Intan Dwi (24) mengatakan sangat antusias dalam mengikuti progam tersebut. Ia siap melakukan segala bentuk pelatihan yang diberikan oleh panitia.

“Saya berterima kasih kepada puskesmas telah memberikan pelatihan seperti ini. Kehamilan pertama membuat saya dan suami panik karena pengalaman yang belum dimiliki dan juga kesiapan mental kami masih labil. Dengan pelatihan ini kami menjadi lebih tenang dan rileks dengan segala proses yang akan dihadapi pada proses persalinan tersebut nantinya,” katanya. (cr9/gih)

  • Bagikan