Karena tak Diberi Jatah Istri, Pria ini Bunuh Anaknya

  • Bagikan
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma
JUMPA PERS: Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kudus, saat berhasil meringkus pelaku pembunuhan HKN (16), Senin (24/5). (SYAMSUL HADI/LINGKAR JATENG)

KUDUS – Polres Kudus berhasil meringkus pelaku pembunuhan siswi Madrasah Aliyah (MA) berinisial HKN (16) yang ditemukan meninggal di dapur rumahnya Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, awal bulan lalu. Pelaku pembunuhan tersebut tak lain adalah ayah kandungnya sendiri yang berinisial S (46). Dari alasan pelaku, dirinya melakukan hal tersebut karena tak diberi jatah oleh istrinya.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan,  dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian ditemukan sejumlah barang bukti mengarah ke ayahnya sendiri. Serta diperkuat dari hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah.

“Kini kami sudah tetapkan ayah kandungnya sendiri sebagai tersangka. Setelah dilakukan penelusuran dan juga ada bukti sperma di tubuh dan celana dalam korban, yang diuji DNA identik dengan ayah korban,” ucapnya dalam konferensi pers di Mapolres Kudus, kemarin.

Pihaknya juga menjelaskan, HKN sempat diperkosa oleh tersangka sebelum mengantar adiknya ke sekolah. Setelah pulang, tersangka meminta berhubungan intim lagi dengan korban, namun ditolak.

“Pertama sudah diperkosa, yang kedua ditolak. Akhirnya tersangka marah dan memukuli korban lantas dibawa ke dapur. Di situ korban berontak, dipukul hingga pingsan. Tapi saat diperiksa ternyata korban sudah tak bernyawa,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pelaku Pembunuhan Wanita di Kamar Hotel Ditangkap

Setelah mendapati korban telah meninggal, tersangka menghilangkan jejak dengan menyayat tangan korban dan menaruh tali di tubuh korban. Lalu ia keluar rumah untuk pergi dengan alasan bekerja.

“Jadi dibikin seolah korban meninggal dunia lantaran bunuh diri. Atas perbuatannya ini tersangka dijerat Pasal 80 Ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 338 KUHP. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (sam/fat)

  • Bagikan