Angkie Yudistia Sebut Semarang Kota Ramah Disabilitas

  • Bagikan
Stafsus Presiden Angkie Yudistia
SERAH TERIMA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan cinderamata untuk Stafsus Presiden Angkie Yudistia, di Balai Kota Semarang, belum lama ini (2/5). (AJI YOGA / LINGKAR JATENG)

SEMARANG, Lingkarjateng.com –  Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menerima kunjungan Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial, Angkie Yudistia di Balaikota, belum lama ini (2/6). Kunjungan tersebut secara khusus difokuskan untuk memberi perhatian kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) penyandang disabilitas di Kota Semarang.

Angkie menyebut bahwa Kota Semarang termasuk kota yang memiliki perkembangan pesat dalam memberdayakan penyandang disabilitas. Bahkan ia mengatakan, Kota Semarang bisa menjadi percontohan bagi kota/kabupaten lain, terkait kemajuan pemberdayaan disabilitas dalam bidang UMKM.

“Saya bangga melihat UMKM disabilitas di kota Semarang ini bisa bergerak. Semoga bisa jadi contoh yang lain,” ungkapnya di sela-sela kunjungannya.

Angkie mengaku telah mengunjungi dua UMKM milik penyandang disabilitas di Kota Semarang. UMKM pembuat sabun dan UMKM di bidang fashion. Ia merasa bangga dan kagum, karena keduanya bisa bertahan di masa pandemi covid-19.

“Dua UMKM yang saya lihat langsung ini adalah contoh optimisme bahwa UMKM disabilitas bisa bangkit. Ini adalah bagaimana kita bertahan dan tetap berkarya di masa pandemi. Ekonominya juga terus berjalan,” terangnya.

BACA JUGA:  Masa Pendaftaran Peserta Pilkada Kota Semarang Diperpanjang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan yang sama kepada kelompok disabilitas. Termasuk pada program vaksinasi dan kemandirian ekonomi melalui UMKM.

“Saat ini, program vaksinasi terus berjalan dan mencapai angka 480 ribu. Di dalamnya diprioritaskan vaksinasi bagi kelompok lansia, disabilitas dan pekerja pariwisata,” tuturnya.

Sedangkan, terkait dukungan bagai pelaku UMKM penyandang disabilitas, Pemerintah Kota Semarang juga terus melakukan penguatan kemandirian kelompok disabilitas. Seperti melalui pelatihan dan pendampingan usaha panti pijat, boga, hantaran pengantin, desain grafis dan terapi khusus, penyerahan kursi roda, dan sebagainya.

Pria yang akrab disapa Hendi itu mengaku mengalokasikan kuota 2.5% untuk penyandang disabilitas dari total formasi calon aparatur sipil negara (ASN) yang akan dibuka Pemkot Semarang. “Dari total 1.000 kuota ASN yang akan dibuka, porsi 2.5% disiapkan khusus untuk kawan-kawan disabilitas. Ini wujud komitmen kami dalam pemenuhan hak dan cakupan akses pelayanan yang sama bagi kelompok disabilitas,” paparnya. (cr3/gih)

  • Bagikan