Persiapkan Kegiatan Saat Purna

  • Bagikan
Guru PPKn SMP Negeri 1 Randudongkal, Agus Purwoko
BEKAL PURNA: Guru PPKn SMP Negeri 1 Randudongkal, Agus Purwoko menunjukkan toko obat dan kosmetik yang dimilikinya sebagai kegiatan saat sudah purna tugas sebagai guru. (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

PEMALANG, Lingkarjateng.com – Meski purna tugas sebagai seorang guru masih lama, namun seorang guru SMP Negeri 1 Randudongkal ini mulai mempersiapkan kegiatan yang akan dilakukan saat sudah tidak bertugas lagi. Mendirikan usaha penjualan obat dan kosmetik menjadi alternatif saat ia sudah pensiun nantinya.

Guru PPKn SMP Negeri 1 Randudongkal Agus Purwoko mengatakan sudah memulai usaha ini kurang lebih sekitar dua tahun. Selain untuk menambah pendapatan, usaha yang ia rintis ini juga untuk jangka panjang.

“Suatu saat nanti kan saya bakal pensiun, jadi saya mulai memperhatikan dari jauh-jauh hari. Berjualan menjadi salah satu alternatifnya,” katanya.

Setelah pulang mengajar sekolah, biasanya Agus duduk santai di tokonya tersebut sembari menunggu pembeli datang. Berbagai macam obat, produk kosmetik dan perlengkapan bayi ia jual di tokonya ini untuk menambah pendapatan keluarga. Toko ini bermula saat obrolan bersama anak yang kebetulan masih dalam proses kuliah di bidang farmasi.

“Saat ini memang obat yang dijual masih obat biasa, belum resep dokter, tapi nanti setelah anak lulus dan menjadi apoteker rencananya ada tujuan untuk dijadikan apotek,” lanjutnya.

BACA JUGA:  4.599 Guru Pembimbing Keagamaan Dapat Insentif

Agus memilih membuka toko obat dan kosmetik bukan tanpa alasan, menurutnya di daerahnya tersebut sangat jarang sekali apotek dan lokasinya juga jauh. Selain itu dengan melihat budaya konsumtif ibu-ibu yang biasanya pakai kosmetik, akhirnya ia memutuskan untuk membuka toko obat dan kosmetik.

Sebenarnya, Agus juga mempunyai lahan di bidang pertanian, namun hasil tani kadang tidak menentu dan terlalu memakan banyak waktu. Maka dari itu, ia memutuskan untuk menyewakan lahannya tersebut kepada petani lain dengan model bagi hasil.

“Bertani hasilnya tidak tentu, akhirnya saya sewakan saja ke petani lain. Kalau saya sekarang cukup mengajar siswa dan setelah itu ikut bantu jaga toko,” tuturnya.(cr1/akh)

  • Bagikan