Permudah Mekanisme Pengambilan Ijazah

  • Bagikan
SMAN 1 Wonotunggal
CEK DOKUMEN: Seorang siswa SMAN 1 Wonotunggal sedang mengurus proses pengambilan ijazah di sekolah, Senin (7/6). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

BATANG, Lingkarjateng.com – Layanan pemberian ijazah kelulusan di SMAN 1 Wonotunggal saat ini telah menerapkan menerapkan sistem layanan “One Day Service”. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang belum usai dan mengefisienkan waktu anak didik dalam mengambil ijazah.

Kepala SMAN 1 Wonotunggal Muhammad Kuntoaji mengatakan, pihak sekolah sepakat untuk membagikannya langsung kepada anak didik. Siswa cukup melakukan beberapa proses mulai dari mengantre dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan mendaftar, membubuhkan cap tiga jari hingga menerima ijazah kelulusan yang hanya membutuhkan waktu loma sampai sepuluh menit.

“Kami merasa tidak tega kalau memaksa anak untuk datang ke sekolah. Kalau tidak dibagikan segera, sekolah masih punya beban untuk membagikan kepada siswa, tapi kalau proses cap tiga jari sampai pembagian ijazah diberikan dalam satu waktu akan lebih efektif dan efisien,” katanya Senin (7/6).

Pihak sekolah juga telah memberikan bimbingan dan arahan baik kepada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri maupun swasta. Serta bagi anak yang ingin langsung masuk ke dunia kerja, pihak sekolah juga membagikan informasi sejumlah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi.

BACA JUGA:  Polsek Randudongkal Aktif Semprot Disinfektan di Desa

“Saya berharap anak-anak yang sudah lulus, kompetensi dan karakternya dikembangkan lagi melalui bangku kuliah atau diterapkan langsung di tempat ia bekerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum Wisnu Ardlian Sugiyarto memaparkan, sistem ini dilakukan setelah pihak sekolah melakukan evaluasi selama beberapa waktu. Menurut hasil evaluasi ternyata ada sejumlah ijazah siswa yang belum terbagi.

“Setelah diselidiki ternyata ada beberapa siswa yang sudah kerja ke luar kota. Dan karena jarak pembagian ijazahnya terlalu lama, sehingga kami mengambil terobosan, begitu anak datang untuk cap tiga jari, rapor dan ijazah asli langsung bisa dibawa pulang,” tuturnya.

Selain itu, pihak sekolah juga melakukan pendokumentasian secara digital terhadap ijazah. Hal ini dilakukan agar saat ijazah milik siswa hilang atau terjadi hal yang tidak diinginkan, masih ada duplikatnya.

“Karena teknis sudah menjadi urusan sekolah, maka kami sudah mengkomunikasikannya dengan pengawas dan kepala sekolah juga menyampaikan kepada Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS),” terangnya.(hms/akh)

  • Bagikan