Kartu Peringatan Untuk Pelanggar Prokes

  • Bagikan
Bupati Banyumas, Achmad Husein
PERINGATKAN: Bupati Banyumas, Achmad Husein, saat ditemui awak media, Selasa (8/6). (NR SIDIQ / LINGKAR JATENG)

PURWOKERTO, Lingkarjateng.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas merencanakan memperketat pengawasan pelanggaran protokol kesehatan. Beberapa sektor yang disorot adalah perdagangan, hiburan, dan wisata. Pemkab akan membuat kebijakan dengan menggunakan kartu sebagai alat peringatan kepada masyarakat.

Fungsi kartu tersebut yakni kartu putih bagi pelanggar pertama, kartu kuning sebagai teguran, dan kartu merah bagi yang tidak mematuhi teguran sebelumnya. Jika mendapatkan kartu merah, otomatis pelaku usaha tidak boleh beroperasi sebelum ada koordinasi kembali dengan Pemkab.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, dia akan berperan langsung dalam pembentukan progam tersebut dan siap menjadi penegak kartu itu sendiri. Upaya itu adalah langkah serius dari Pemkab dalam mendisiplinkan masyarakat tentang pentingnya prokes.

“Saya tidak main-main dalam pembentukan program ini. Saya akan mengeksekusi sendiri bila kedapatan suatu tempat usaha tidak menerapkan prokes dan langsung saya berikan kartu tanpa pandang bulu,” terangnya, saat ditemui pada Selasa (8/6) pagi.

Husein menambahkan, pihaknya sedang menunggu kesiapan sarana dan prasarana untuk memulai program tersebut. Lebih jelas, pihaknya akan secepatnya melakukan operasi ke tempat-tempat keramaian yang dicurigai adanya kerumunan.

BACA JUGA:  Sosialisasikan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes

“Rapat sudah kita laksanakan, tinggal kesiapan kartu yang akan kita berikan yang memang butuh waktu dalam mempersiapkannya. Kami berharap masyarakat sadar tentang pentingnya prokes agar jangan sampai mendapatkan kartu karena resikonya tidak boleh jualan. Kan repot juga. Tolong semua kompak agar wabah ini cepat selesai,” pungkasnya. (cr9/zul)

  • Bagikan