Covid-19 Jenis Delta, Kematian Tanpa Komorbid Banyak

  • Bagikan
Bupati Kudus HM Hartopo
TERANGKAN: Bupati Kudus HM Hartopo saat menerangkan adanya varian Covid-19 jenis B16172 atau delta asal India di Kudus, belum lama ini. (SYAMSUL HADI / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjteng.com – Bupati Kudus HM Hartopo mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai penularan varian Covid-19 jenis B16172, atau dengan istilah delta. Varian tersebut dikatakan berasa dari India, yang kini sudah ditemukan di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, virus tersebut penularannya lebih cepat dibanding sebelumnya. Jenis ini juga menyebabkan tingginya kasus kematian. Baik pasien suspek maupun pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Bisa dilihat angka kematiannya, tidak hanya yang ada komorbid atau penyakit penyerta. Bahkan yang tanpa komorbid juga banyak yang meninggal saat ini di Kudus,” ucapnya.

Pihakanya melanjutkan, banyak pasien yang meninggal di usia produktif. Tidak hanya pada lansia saja ataupun anak-anak. Di usia 30-35 tahun ada, oleh karena itu harus dipahami bersama dan diwaspadai.

Namun, Hartopo berharap agar masyarakat tidak terlalu cemas akan hal ini. Terpenting tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan sebaik mungkin. “Cuci tangan, jaga jarak, yang terpenting memakai masker, apalagi jika di ruangan dengan orang lain. Penularannya sangat berbahaya,” ujarnya.

Masyarakat juga, lanjutnya, harus bisa memahami proses penularan virus tersebut. Sehingga ketika mereka memahami, maka akan memproteksi diri sendiri dari penularan virus tersebut.

BACA JUGA:  Fasilitasi Siswa, Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Jika orang paham akan virus dan penularannya, maka otomatis mereka akan semakin paham bagaimana cara menghindarinya,” jelasnya.

Diketahui, varian baru Covid-19 asal India atau B16172 terdeteksi menyebar di Kudus. Dari 34 sampel pasien Covid-19 asal Kota Kretek yang diambil Kementerian Kesehatan, 28 di antaranya dinyatakan positif varian delta India. (sam/fat)

  • Bagikan