Kasus Melonjak, Pemkot Semarang Siapkan 450 Tempat Tidur Isolasi

  • Bagikan
Walikota Semarang Hendrar Prihadi
Walikota Semarang Hendrar Prihadi. (DICKRI TIFANI / LINGKAR JATENG)

SEMARANG, Lingkarjateng.com – Kasus positif Covid-19 di Kota Semarang mengalami peningkatan cukup signifikan. Baik warga Kota Semarang maupun yang berasal dari luar daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan ratusan tempat tidur isolasi untuk menampung pasien Covid tersebut.

“Kalau sekarang, warga kota Semarang menjadi 797 sedangkan pasien luar Semarang mencapai 550, ” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat konferensi pers di Balaikota, Selasa (15/6).

Ia menyebutkan, pihaknya menambah sebanyak 450 tempat tidur isolasi pasien Covid atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di beberapa tempat di Kota Semarang. Menurutnya, sampai saat ini ada sekitar 1771 tempat tidur isolasi pasien Covid-19 yang berada di rumah sakit maupun tempat karantina.

Tercatat, lanjutnya, rincian tambahan tempat tidur isolasi ada 100 di Kantor Diklat daerah Ketileng, 200 di Asrama UIN Walisongo, 100 di rumah sakit baru yang belum diresmikan dan 50 yang berada di Komplek Gereja daerah Marina di kamar untuk jemaat.

Pihaknya sudah koordinasi dengan pihak terkait dan diizinkan untuk dijadikan ruang isolasi tambahan di Kota Semarang. “Insyallah sebanyak 450 tempat tidur, mulai Minggu depan sudah siap, ” ucapnya.

Dijelaskannya, ketersediaan BOR di Kota Semarang yang tercatat sampai saat ini mencapai 82 persen. “Penambahan itu, maka BOR akan turun meskipun di rumah sakit sudah penuh sampai 100 persen, ” jelasnya.

BACA JUGA:  Klaster Hajatan, Pemerintah Siapkan Pendekatan Ketat

Hendi meminta untuk masyarakat agar tak perlu khawatir dengan isu penuhnya ruang isolasi pasien Covid-19. Ia juga sedang mengupayakan penambahan ruang isolasi dan menambah tempat tidur.

Hendi juga menuturkan, isu tentang penuhnya rumah sakit memang benar. Sedangkan, ruang isolasi tidak dibenarkan. “Penuhnya rumah sakit memang iya, tapi kalau ruang isolasi itu tidak. Karena banyak ruang isolasi yang disiapkan di luar rumah sakit,” imbuhnya.

Terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Semarang, pihaknya mengungkapkan akan membuat kebijakan yang strategis dalam menekan penyebaran Covid-19. Ia menghimbau agar masyarakat selalu menaati protokol kesehatan. “Tingginya angka kasus Covid-19, karena tingkat kedisiplinan warga yang mulai menurun. Saya meminta masyarakat agar saling menjaga antar satu dengan yang lainnya, ” ujarnya.

Hendi mengaku beberapa kali menemui pasien Covid-19 tersebut kebanyakan pasien yang diisolasi di rumah dinas dengan keluarga. Hal itu menunjukan jika penyebarannya sudah sampai pada lingkup keluarga. “Beberapa kali saya temui warga yang isolasi, saya tanya di sini dengan siapa, ternyata dengan suaminya,” katanya. (cr11/gih)

  • Bagikan