352 Pasien Covid-19, RS Wongsonegoro Penuh

  • Bagikan
Gedung RSUD K. R. M. T Wongsonegoro Jl. Fatmawati No 1 Kota Semarang
LOKASI: Gedung RSUD K. R. M. T Wongsonegoro Jl. Fatmawati No 1 Kota Semarang. (RSWNSMG.COM/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG, Lingkarjateng.com –  Sebanyak 352 pasien Covid-19 dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K. R. M. T Wongsonegoro Kota Semarang. Akibatnya, ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di rumah sakit itu penuh.

Direktur RSUD K. R. M. T Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati mengatakan, meningkatnya pasien Covid-19 tersebut disebabkan adanya peningkatan kasus Covid-19 di Kota Semarang yang cukup signifikan. Baik pasien dari Kota Semarang maupun luar daerah. Sehingga, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) pasien Covid-19 penuh.

Dijelaskannya, total pasien Covid-19 yang tercatat diantaranya Kabupaten Demak ada sekitar 69 pasien, Grobogan 37 pasien, Kudus 26 pasien, dan Kota Semarang ada 189 pasien. “Demak yang posisinya banyak pada hari ini. Kemudian, total pasien yang dirawat keseluruhan ada sekitar 352 pasien, ” kata Susi kepada Joglo Jateng, Rabu (16/6).

Ia menuturkan, pasien Covid-19 yang dari luar daerah tersebut langsung datang sendiri untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit K. R. M. T Wongsonegoro. Namun berbeda, pada 26 Mei lalu, ketika awalnya peningkatan kasus positif corona di Kabupaten Kudus, pihaknya melakukan penjemputan pasien.

“Sekarang kita sudah tidak menjemput lagi, ambulans kita sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.

Ia menyebut, pasien yang dirawat di rumah sakit dengan berbagai kondisi, yakni dimulai dari sedang, berat hingga kritis. Karena itu, pihaknya melakukan pemisahan ruang perawatan untuk pasien Covid-19.

BACA JUGA:  Gelar Latihan Penanggulangan dan Pencegahan Virus Corona

Saat ini lanjutnya, di RS Wongsonegoro tidak ada pasien dalam kondisi ringan. Hanya kasus sedang, berat dan kritis saja. ” Jadi kalau ringan tidak ada,” ungkapnya.

Dikatakannya, ruang intensive care unit (ICU) yang tersedia hanya berkapasitas 50 pasien saja. Namun, saat ini terdapat 55 pasien Covid-19 yang sedang mengalami kondisi kritis. “Masuk ICU ada 50 pasien, yang inden terdapat lima pasien yang masuk ICU baik dari bangsal maupun IGD. Jadi, total dalam keadaan kritis ada sekitar 55 pasien, ” paparnya.

Terkait mengatasi pasien Covid-19 yang sedang dalam kondisi kritis, pihaknya sudah memiliki alat ventilator dan high flow nasal cannula (HFNC) di ruang ICU. Menurutnya, alat tersebut sudah bisa mencukupi dan HFNC yang bertekanan negatif.

Dengan adanya ruangan yang penuh, pihaknya akan membuka ruang tambahan untuk menampung lonjakan pasien Covid-19 yang mengantre di IGD sejumlah 29 pasien. Apalagi, kapasitas rumah sakit penuh dan ketersedian kasur yang sudah tidak mencukupi. “Kami akan membuka ruangan tambahan bangsal tentunya ini membutuhkan effort,” ucapnya. (cr11/gih)

  • Bagikan