DPRD Kudus Apresiasi Usaha Pemkab Putus Penyebaran Covid-19, Koordinasi Harus Lebih Ditingkatkan

  • Bagikan
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Sayid Yunanta
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Sayid Yunanta. (HUMAS / JOGLO JATENG)

Gema DPRD Kabupaten Kudus

KUDUS, Lingkarjateng.com – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Sayid Yunanta mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah. Diantaranya pembuatan shelter, tempat karantina, dan sebagainya. Namun, ia menyampaikan satu hal yang harus dilakukan oleh pemkab secara continue. Yakni terkait dengan koordinasi yang baik.

“Ada satu hal yang harus dilakukan. Semua lini pemerintahan dari yang paling atas sampai bawah dipastikan harus bisa care dengan situasi ini. Semua harus ikut serta di dalamnya untuk memutus penyebaran Covid-19 ini,” ucapnya.

Penegakkan protokol kesehatan (prokes) selama ini, lanjutnya, harus menjadi sebuah perhatian. Penyelesaiannya yang terdampak sudah sangat bagus, disiplin prokes juga harus dimaksimalkan terus-menerus.

“Ini harus bisa memastikan adanya kepedulian semua lini. Terkait dengan orang yang terpapar, masyarakat yang terdampak, karantina keluarganya. Bahkan, yang sehat juga diimbau, jangan sampai dibiarkan begitu saja,” tuturnya.

Menurutnya, virus kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Dengan dibuktikan adanya hasil lab yang lebih spesifik yakni varian B16172 atau delta. Hal ini bisa dijadikan sebagai evaluasi oleh pemkab.

“Sebelum lebaran saya kan terpapar, itu sudah memprediksi. Kok virusnya berbeda. Dibuktikan dengan hasil lab yang lebih spesifik itu. Sebelum lebran kemarin kan mobilitas masyarakat Kudus ini agak longgar. Ini bisa dijadikan sebagai evaluasi kedepannya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas, DPRD Kudus Gelar Workshop Penyusunan KUA Berbasis RKPD

Sayid juga menjelaskan, kebijakan di rumah saja yang dilakukan juga dirasa bagus. Namun, komitmen harus ada. Pasalnya, kebijakan tersebut hanya sebatas imbauan untuk masyarakat. Jika masih mengabaikan dirasa percuma saja. Harus ada komitmen.

“Itu kan hanya imbauan untuk masyarakat. Jika menyiapkan aturan atau regulasi ya harus juga menyiapkan pengawalannya. Meliputi semuanya, tidak hanya kebijakan di rumah saja. Dalam hal ini, pemkab harus melibatkan semua lini,” terangnya.

Dirinya juga menyarankan, Jogo Tonggo harus lebih ditingkatkan lagi sampai bawah. Yang diatas melakukan pengawasan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19. Kalau perlu penanganannya harus ditegaskan.

“Jogo Tonggo harus benar-benar diawasi. Ada yang mengingatkan atau mengimbau dari masyarakat, baru dilaporkan ke RT atau RW. Bahkan jika bisa sampai tingkat tetangga ada yang mengawasi,” tambahnya.

Maka dari itu, pihaknya mengharapkan, masyarakat dapat menyikapi Covid-19 ini bagaimana caranya supaya tidak semakin menyebar. Dengan mengantisipasi mulai dari diri sendiri dan keluarga.

“Kalau mengharapkan virus ini lenyap ya tidak mungkin. Hanya saja bagaimana cara kita tidak menularkan virus. Bagaimana cara kita mengontrol dan mengantisipasi itu semua, supaya penyebaran dan dampaknya bisa diminimalkan,” pungkasnya. (sam/fat)

  • Bagikan