Mahasiswa UMK Raih Medali Emas dari Pembuatan Website

  • Bagikan
Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2021
PRESTASI: Tim UMK yang berhasil meraih medali emas dalam lomba pembuatan Website Pembelajaran Bahasa Inggris Bertema Local Wisdom menunjukkan sertifikat dan medali, Kamis (24/6). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus berhasil mengembangkan website edukasi pendidikan Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Mereka menyisipkan tema local wisdom yang ada di Kudus. Sehingga yang belajar melalui website, tersebut selain memeperdalam Bahasa Inggris, juga mengenal kebudayaan Kudus yang penuh nilai.

Website yang dikembangkan tersebut pada 20 Juni lalu mendapatnya medali emas. Yakni dalam lomba internasional yang diadakan World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2021. Website tersebut dinamakan Educational English Language with Local Wisdom Gusjigang. “Ide ini muncul saat jagong,” kata anggota tim Tri Setiyana, Kamis (24/6).

Menurutnya, saat itu muncul ide untuk membuat website pembelajaran Bahasa Inggris. Namun menggunakan tema budaya kearifan lokal. Sehingga pembelajaran akan lebih mengena karena temanya dari budaya lokal. Selain itu juga untuk nguri-nguri budaya.

Website pembelajaran ini dirancang untuk membantu anak usia 6-12 tahun atau usia sekolah dasar. Agar mereka mengenal bahasa internasional tanpa menghilangkan pengetahuan budayanya. Sehingga dengan website tersebut, ada dua pengetahuan yang akan didapatkan.

Dalam website tersebut juga ada beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran. Dalam website itu akan muncul gambar tentang kebudayaan lokal, seperti Menara Kudus. Dalam gambar itu akan ada penjelasan singkat terkait gambar.

“Gambar yang ada tentu kami pilih ikon-ikon Kudus dan kearifan lokal Gus Jigang sebagai sumber materi yang digunakan,” terangnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih terus mengembangkan website tersebut agar lebih baik lagi. Sehingga nantinya bisa dinikmati masyarakat atau anak usia SD dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

BACA JUGA:  Pemred Joglo Jateng Isi Pelatihan Menulis untuk Guru

Sebenarnya, setelah mendapatkan medali emas dalam even lomba tersebut, pihaknya tidak perlu mengembangkan lagi. Namun tim sepakat terus memperbaiki pengembangan website-nya agar bisa dimanfaatkan kedepannya lebih baik lagi.

Apalagi seperti pandemi saat ini, memanfaatkan internet sebagai pembelajaran sangat membantu. Dengan website tersebut diharapkan bisa mempermudah siswa belajar dan lebih asyik. Apalagi Bahasa Inggris dikenal salah satu pelajaran yang susah.

Untuk lomba sendiri sebelumnya pihaknya melakukan pendaftaran dan pengiriman dokumen dan extende abstract terlebih dahulu. Akhirnya pihaknya lolos untuk final, ada 288 tim dari 21 negara yang lolos dalam lomba yang diadakan WSEEC 2021.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lomba Richma Hidayati menambahkan, munculnya ide tersebut memang cukup menarik. Pihaknya akhirnya membimbing untuk membantu mengarahkan agar ide tersebut bisa terealisasi dengan baik.

“Potensi mahasiswa cukup bagus, idenya menarik, akhirnya dengan berbagai penyempurnaan, akhirnya diputuskan kirim lomba,” imbuhnya.

Ternyata ide tersebut membuahkan hasil, tim UMK mampu menyabet medali emas di ajang WSEEC 2021. Sehingga dikancah internasional, mereka bisa bersaing, karena pesertanya juga berasal dari beberapa negera, baik asia hingga eropa.

“Tak hanya memberikan nama baik UMK, namun juga Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.

Tim UMK terdiri dari Tri Setiyana dari pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ahmad Jumanto dari Prodi Bimbingan Konseling (BK). Kemudian Achmad Abdul Wahid dari Prodi BK dan Silvia Sari Setyowati dari Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). (hms/fat)

  • Bagikan