Peningkatan Covid-19 Ancam Rencana PTM

  • Bagikan
SMA N 1 Pemalang
SEPI: Suasana halaman depan SMA N 1 Pemalang tampak sepi akibat kebijakan pendidikan jarak jauh (PJJ). (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

PEMALANG, Lingkarjateng.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) rencananya akan dilakukan secara bertahap pada bulan Juli mendatang. Namun, saat ini pandemi Covid-19 sedang mengalami peningkatan menyebabkan kecemasan dari orang tua siswa.

Salah satu wali siswa SMA Negeri 1 Pemalang, Nur Handayani mengatakan, wacana PTM yang akan diterapkan ini menjadikannya merasa antara senang dan khawatir. Senang karena PTM akan kembali diterapkan, disisi lain cemas karena Covid-19 terus meningkat.

“Ya antara senang dan cemas, senangnya karena pendidikan normal tapi juga khawatir dengan kesehatan anak,” katanya.

Pendidikan jarak jauh (PJJ) yang dilakukan selama ini menurutnya kurang efektif, mengingat banyaknya keterbatasan yang dihadapi. Belum lagi dari segi ekonomi, dimana anak tidak belajar di sekolah tapi harus tetap membayar sekolah. Jika harus memilih antara PJJ dan PTM, ia mengaku akan memilih PTM di mana anak bisa belajar langsung di sekolah dan belajar bersosialisasi dengan guru dan teman.

“Kalau memang PTM akan dilakukan, prokes harus diterapkan dengan ketat supaya orang tua di rumah tidak khawatir,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Plt. Bupati Kudus : Silakan Cari Makan Asal Terapkan Protokol Kesehatan

Sementara itu, salah seorang siswa, Igo Pandu Aji mengaku lebih suka belajar langsung di sekolah jika dibandingkan dengan daring. Menurutnya, PJJ yang diterapkan cenderung membosankan dan monoton setiap harinya.

Selain itu, sebagai siswa baru ia juga ingin berkenalan dengan teman-teman barunya di sekolah. Menurutnya sekolah bukan hanya untuk belajar, tapi juga mencari teman dan pengalaman baru.

“Saya pengen sekolah seperti biasa, pengen punya teman baru dan mencari pengalaman baru lewat organisasi dan lain sebagainya,” jelasnya.(cr1/akh)

  • Bagikan