Lebih Dekat Dengan Zainal Abidin Sueb

  • Bagikan
Zainal Abidin Sueb
LAUNCHING: Zainal memamerkan karyanya setelah diluncurkan belum lama ini. (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI, Lingkarjateng – Kondisi yang serba terbatas saat pandemi justru memicu Zainal Abidin Sueb (23) menerbitkan buku berjudul “Mushaf Nusantara: Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya”. Di usia muda, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah kelahiran Desa Lahar Tlogowungu 24 Mei 1998 ini berhasil menulis karya penting dalam literatur studi Islam dan Kebudayaan.

Di bangku madrasah, ia mengasah kemampuan menulis di majalah Experience MA Salafiyah Kajen, Margoyoso. Ia juga bergabung dalam ekstrakulikuler Teasa (Teater Salafiyah). Di kedua organisasi tersebut Zainal mulai gemar membaca buku sejarah dan berlatih menulis sastra seperti puisi dan cerpen.

Ia juga fokus menggali khazanah tafsir dan Al-Qur’an dengan pendekatan Islam Indonesia. “Saya dibebaskan untuk menulis apapun yang berkaitan dengan ragam Mushaf Al-Qur’an di Nusantara di segala zaman,” jelasnya Selasa (6/7).

Buku ini mencakup tiga bagian, pertama adalah tentang ragam bacaan dan penulisan. Bagian kedua membahas jejak dan khazanah mushaf nusantara. Kemudian bagian terakhir tentang para penjaga mushaf di Indonesia. Ia menyebut bukunya merupakan pengantar untuk memasuki luasnya khazanah penulisan Mushaf Al-Qur’an dalam sejarah nasional.

BACA JUGA:  Kapal Besar Tabrak Perahu, Satu Nelayan Hilang

“Dalam buku ini saya tampilkan banyak jenis mushaf. Ada mushaf kuno dengan keterangan pegon Jawa yang kini disimpan di Rotterdam Belanda. Ada juga mushaf yang dianggap garapan Pangeran Diponegoro, hingga Mushaf Pusaka yang diinisiasi Presiden Soekarno,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan sejumlah lembaga dan tokoh lokal di masa lalu memiliki peran penting atas kelestarian mushaf nusantara yang menjadi pedoman hingga saat ini. Misalnya peneliti Ali Akbar, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an hingga sejumlah penulis dari lembaga Mushaf Menara Kudus Jawa Tengah.

Atas penerbitan buku ini, Zainal ingin menyampaikan kepada umat muslim secara umum bahwa Mushaf Al-Qur’an di seluruh dunia memiliki keunikan tersendiri, termasuk di nusantara. Ia juga pernah diundang menjadi presentator International Conference di Radboud University Belanda untuk penelitiannya. (cr4/fat)

  • Bagikan