Pemkab Kudus Ajukan 70.000 Dosis Vaksin

  • Bagikan
suntikkan vaksin
VAKSIN: Tampak salah satu nakes tengah mempersiapkan suntikkan vaksin, beberapa waktu lalu. (SYAMSUL HADI / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Kabupaten Kudus kini tengah kehabisan stok vaksin. Bahkan di gudang farmasi juga habis. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pun mengajukan penambahan dosis vaksin sebanyak 70.000 ke Kementerian Kesehatan.

Kepala Seksi (Kasi) Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Aniq Fuad mengatakan, baik pada tahap vaksin pertama maupun tahap kedua sudah habis. Pihaknya membutuhkan tambahan alokasi dosis agar dapat melanjutkan percepatan vaksinasi.

“Stok di gudang farmasi kami sudah habis. Semua sudah didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes). Diperkirakan penyuntikkan vaksin di semua faskes yang menjalankan itu akan berakhir hingga 17 Juli mendatang,” ucapnya.

Pengajuan dosis vaksin Covid-19, lanjutnya, ditujukan kepada Kementerian Kesehatan sebanyak 70.000 dosis. Pihaknya pun berharap agar bisa terealisasikan, sehingga proses vaksinasi di Kudus tidak berhenti sementara.

“Kami berharap pengajuan tersebut bisa segera terealisasi. Untuk dosis keduanya kami harap bisa dapat vaksin sinovac. Namun, jika yang suntikan pertama dikasih vaksin pfizher atau moderna tidak masalah,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan, stok vaksinasi yang masih ada saat ini difokuskan untuk vaksinasi kedua. Sebab, masyarakat Kudus kebanyakan sudah memasuki jadwal penyuntikan vaksin tahap kedua.

BACA JUGA:  DPRD Kudus Apresiasi Usaha Pemkab Putus Penyebaran Covid-19, Koordinasi Harus Lebih Ditingkatkan

Sementara itu, realisasi penyuntikan pertama mempunyai target 825.812, kini baru mencapai 135.811 atau 16,4 persen. Sedangkan, tahap kedua baru mencapai 46.190 sasaran atau 5,6 persen.

“Target 825.812 itu sudah termasuk kelompok remaja dengan target 161.146 sasaran. Selebihnya para tenaga kesehatan, pelayan public, lansia, masyarakat umum dan masyarakat rentan,” terangnya. (sam/fat)

  • Bagikan