Kasus Tetap Tinggi, PPKM Disosialisasikan hingga Perbatasan

  • Bagikan
kebijakan PPKM darurat, di Desa Botorejo, Wonosalam
TEMPEL PERINGATAN: Petugas sedang memasang stiker di warung bakso terkait kebijakan PPKM darurat, di Desa Botorejo, Wonosalam, Kamis (15/7). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

DEMAK – Saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, kasus Covid-19 di Demak tetap terbilang tinggi. Sebab itu, satgas Covid-19 dan tim gabungan terus gencar menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) dan kebijakan selama PPKM darurat sampai pelosok desa dan perbatasan Demak.

Dilansir dari info resmi corona Kabupaten Demak (corona.demakkab.go.id) angka terkonfirmasi positif Covid-19 sampai 14 juli ini mencapai 8793 kasus.

Koordinator Tim Sosialisasi PPKM Darurat Demak, Noor Kusaeni mengatakan, tim akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya berfokus di kawasan kota, tetapi juga melakukannya sampai ke pelosok desa. Hari ini tim melakukan sosialisasi sampai perbatasan timur Demak. Yakni Desa Botorejo sampai Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam.

“Sampai perbatasan dan tempat-tempat tersembunyi yang berpotensi mengakibatkan kerumunan akan kami sasar. Ini demi kebaikan, karena kasusnya corona masih tinggi,” ungkapnya di sela-sela bertugas di Desa Trengguli.

Ia menjelaskan, tidak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tim juga melakukan penempelan stiker di sejumlah tempat. Seperti warung bakso dan toko kelontong yang banyak di kunjungi pembeli. Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih taat lagi mematuhi aturan PPKM darurat yang sudah di keluarkan oleh pemerintah.

BACA JUGA:  Jateng Siapkan Rp 418,8 M untuk Bantuan Masyarakat

“Mudah-mudahan dengan stiker yang di tempelkan di toko dan warung-warung ini dapat di baca oleh pengunjung. Sehingga mereka sadar untuk mematuhi prokes dan semua warga terhindar dari virus corona,” harapnya.

Salah satu pemilik warung bakso, Totok (56) mengatakan bahwa dirinya mendukung apa yang dilakukan satgas dan tim gabungan tersebut. Namun, ia berharap agar pemerintah mempunyai kebijakan yang lebih efisien lagi. Ia juga berharap Covid-19 di Demak cepat berlalu dan warungnya dapat ramai kembali.

“Tidak ada harapan lain, selain corona bisa cepat hilang. Bener-bener berpengaruh. Walaupun bisa dibungkus saja dan tetap ramai sampai saat ini, tapi pendapatan turun drastis. Semoga ada kebijakan yang lebih efisien lagi,” paparnya. (cr3/gih)

  • Bagikan