Penentuan Kembali Arah Kiblat Harus Diperhatikan

  • Bagikan
Ka'bah
Ilustrasi Ka'bah. (PIXABAY)

PATI – Pengurus Cabang Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (PC LFNU) Kabupaten Pati menyampaikan pentingnya memperhatikan update arah kiblat. Mereka juga membagikan informasi tentang datangnya penentuan arah kiblat yang hanya tiba dua kali dalam setahun. Dalam istilah agama, momen ini biasa disebut dengan rashdul kiblat.

Lembaga yang bergerak di bidang astronomi Islam tersebut menyatakan pada Kamis (15/7) pukul 16.27 adalah waktu penentuan kembali arah kiblat. “Pada saat itu matahari berada tepat di atas Ka’bah. Jadi untuk kita yang ada di Indonesia, ini merupakan momen penting untuk menentukan arah kiblat,” jelas Sanawi, Kamis (15/7).

Dirinya juga menyebut penentuan kembali merupakan hal yang amat penting. Sebab hal itu dapat menunjang keabsahan pelaksanaan ibadah salat bagi muslim. Ia menganggap hal ini kerap dibaikan banyak pihak.

“Jangan hanya menggeser sajadah menceng ke kanan saja. Ikhtiar ini merupakan ibadah menuju cukupnya keabsahan salat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan tentang tata cara menentukan arah kiblat dengan metode sederhana. Pertama, dengan cara meletakkan benda berbentuk tongkat atau sejenisnya secara tegak lurus dengan tanah pada saat waktu yang ditentukan. Selain itu orang juga bisa menggunakan benang berbandul yang dibuat sendiri.

BACA JUGA:  Anggaran Rp 4 M untuk Takmir Masjid

Langkah kedua yakni memilih lokasi yang berpemukaan datar. Sebab tanah yang berkontur dapat menyulitkan proses penentuan arah kiblat yang akurat.  “Yang paling penting, sesuaikan jam kita dengan jam BMKG, RRI dan Telkom. Untuk HP Android dan iPhone saya kira sudah sinkron,” katanya.

Kemudian tahap terakhir adalah memperhatikan posisi bayangan dari benda yang digunakan sebagai ukuran. Arah bayangan tersebut disampaikannya akan mengarah langsung ke Ka’bah sebagai petunjuk yang baru.

Dalam kesempatan yang sama salah satu pengurus LFNU Erik Mahendra mengatakan, momen tersebut merupakan kejadian langka yang hanya terjadi setahun dua kali. Ia mengajak seluruh umat muslim di Kabupaten Pati untuk memanfaatkan momen tersebut.

Fenomena tersebut disebutkannya berlangsung setidaknya 2 kali dalam tahun ini. Yakni pada 28 Mei pukul 16.18 lalu dan 15-16 Juli pada pukul 16.27. Ia menambahkan, fenomena tersebut hanya berlaku untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah bagian Barat.

“Ini momen yang jarang. Mumpung ada peluang, kita bisa presisikan arah kiblat tanpa ribet, mudah dan praktis,” ungkapnya. (cr4/fat)

  • Bagikan