PPKM Darurat, Pengiriman Ekspedisi Pos Naik

  • Bagikan
kantor Pos Indonesia Kudus
LAYANI: Suasana pelayanan di kantor Pos Indonesia Kudus, Kamis (15/7). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Pos Indonesia Kabupaten Kudus terkena dampak positif dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Hal ini dikarenakan sejak penerapan PPKM darurat pekan lalu, pengiriman ekspedisi Pos Indonesia mengalami peningkatan.

Manager Penjualan Pos Indonesia Kudus Ari Praptomo menerangkan, jika dibandingkan dengan sebelumnya, pengiriman ekspedisi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selama PPKM darurat, setiap harinya rata-rata mereka bisa mengirim sampai 1.200 pucuk atau paket kiriman.

“Sebelumnya, rata-rata per hari paling hanya berkisar 800-900 pucuk saja. Berbeda dengan sebelum pandemi, yang bisa mencapai 1.700 pucuk per hari,” terangnya, Kamis (15/7).

Ari mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih fokus dalam program cash on delivery (COD) Pos. Pasalnya, kebanyakan pelanggan lebih mengandalkan COD Pos akhir-akhir ini.

“Untuk saat ini, kami menyasar penjual online shop yang istilahnya p to p atau person to person, jadi tidak melalui marketplace atau perantara. Karena kebanyakan konsumennya ibu-ibu yang tidak mau ribet, jadi kami fokuskan ke COD Pos,” katanya.

Ari menekankan, pihaknya lebih menargetkan retail tanpa perantara. Karena dalam persaingan melalui marketplace, Pos Indonesia masih belum bisa mengimbangi karena terkendala beberapa aturan.

BACA JUGA:  Jateng Siapkan Rp 418,8 M untuk Bantuan Masyarakat

“Kami masih belum bisa ‘membakar uang’ seperti ekspedisi lain. Karena Pos Indonesia kan milik BUMN, jadi banyak regulasinya. Kecuali dalam momen tertentu yang memang sudah dijadwalkan oleh pusat,” pungkasnya. (cr10/fat)

  • Bagikan