DPRD Kudus Gelar Rapat Paripurna Virtual Terkait Penyampaian Pendapat Bupati atas 6 Ranperda Inisiatif

  • Bagikan
Ketua DPRD Kudus Masan
RAPAT: Ketua DPRD Kudus Masan saat memimpin rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kudus, Senin (19/7). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

Gema DPRD Kabupaten Kudus

KUDUS, Lingkarjateng.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus gelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pendapat Bupati Kudus atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Senin (19/7). Rapat paripurna digelar secara virtual di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kudus.

Ketua DPRD Kudus Masan menerangkan, setelah dilakukan paripurna, pembahasan selanjutnya akan diserahkan ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kudus.

“Setelah bupati menyampaikan pendapatnya atas Ranperda inisiatif itu, selanjutnya diserahkan kepada Bapemperda untuk dibahas lebih lanjut. Serta pengelompokan pembahasan atas usulan enam Ranperda inisiatif DPRD Kudus,” terangnya.

Lebih lanjut Masan menjelaskan, enam Ranperda tersebut antara lain, pertama adalah tentang Penguatan Pendidikan Karakter, kedua tentang Pelestarian Kebudayaan di Kabupaten Kudus. Kemudian, ketiga tentang Kawasan Olahraga dan yang keempat tentang Perlindungan Petani.

“Ranperda poin kelima adalah tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan yang terakhir adalah Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengucapkan terima kasih, kepada segenap anggota dewan yang telah menyusun Ranperda tersebut. Dirinya mengapresiasi seluruh tim yang telah membahas serta menyelesaikan enam Ranperda tersebut.

BACA JUGA:  DPRD Ajak Masyarakat Bersama Perangi Covid 19

“Saya sependapat terhadap Ranperda inisiatif DPRD Kudus. Selanjutnya bisa untuk dibahas lebih lanjut dengan panitia khusus, untuk kemudian mendapat persetujuan bersama,” ucapnya.

Hartopo melanjutkan, pembahasan lebih lanjut perlu dilakukan agar dapat dihasilkan peraturan daerah (perda) yang ideal. Yakni perda yang aplikatif, sederhana, harmonis, sinkron, serta dapat mewadahi aspirasi masyarakat. (cr10/fat)

  • Bagikan