Optimistis Capai Hasil Maksimal meski Terhalang Pandemi

  • Bagikan
Ade Dian Putri Mardina
SIAP BERTANDING: Ade Dian Putri Mardina (kiri) dan Gabriel Danendra Setyawan (kanan) siswa SMP Negeri 2 Pemalang yang akan mengikuti Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten yang akan digelar bulan September mendatang. (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

PEMALANGMeski Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten baru akan di selenggarakan pada bulan September mendatang, namun para peserta sudah mulai mempersiapkan diri untuk bertanding di kompetisi tersebut. Adanya pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah bukan mejadi halangan untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Peserta KSN mata pelajaran matematika dari SMP Negeri 2 Pemalang Gabriel Danendra Setyawan mengatakan, proses pembinaan bagi peserta KSN mengalami kendala saat masa pandemi. Pasalnya, ketuntasan kurikulum tidak menjadi prioritas dalam pembelajaran di masa pandemi. “Dari segi materi yang disampaikan tidak maksimal tersampaikan,” katanya.

Sementara itu, Ade Dian Putri Mardina yang juga sedang mempersiapkan diri untuk KSN mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, bimbingan materi yang dilakukan secara tatap muka lebih nyaman dan mudah diapahami.

“Dari segi penjelasan kalau online berbeda dengan tatap muka. Mungkin penjelasannya sama, tapi untuk memahaminya berbeda rasanya,” imbuhnya.

Meski begitu kedua siswa tersebut mengaku tetap terus berusaha dengan keras untuk kompetisi KSN beberapa bulan lagi. Saat ini mereka rutin menjalani latihan dua sampai empat kali selama seminggu. Mereka berharap, apa yang diusahakan hari ini meskipun penuh keterbatasan bisa menjadikan hasil yang maksimal saat kompetisi.

BACA JUGA:  MTCC Universitas Muhammadiyah Magelang Merintis Sekolah Petani

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Pemalang Tri Doyo Basuki menjelaskan, persiapan siswa untuk mengikuti KSN sudah dilakukan sejak bulan februari lalu, begitu juga dalam hal pembinaannya. Bahkan, pembinaan khusus di luar daring juga sudah dilakukan oelh pihak sekolah.

“Untuk KSN ada pembinaan khusus tidak semua dilakukan secara online, ada yang datang ke sekolah, tapi tetap lebih dominan pembinaan online,” jelasnya.(cr1/akh)

  • Bagikan