Jumlah Pemotongan Hewan Dibatasi

  • Bagikan
Petugas Dislutkannak Batang
HEWAN KURBAN: Petugas Dislutkannak Batang sedang memantau kondisi hewan yang akan dipotong. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

BATANGRumah Pemotongan Hewan (RPH) Sambong tetap membuka penyembelihan hewan kurban pada Iduladha kali ini dengan menerapkan pembatasan jumlah hewan kurban. Hal itu dikarenakan adanya penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali.

Salah satu pekerja RPH Sambong Subekhi mengatakan, tahun lalu yang dapat menyembelih hingga lebih dari 20 ekor sapi, namun kini tak lebih dari 10 ekor sapi yang akan disembelih. Diberlakukannya PPKM darurat membuat waktu potong lebih singkat, jika tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai 17.00, tetapi tahun ini para petugas jagal hanya melayani hingga pukul 15.00.

“Jumlah hewan kami batasi, tapi tidak menutup kemungkinan bisa tambah lagi kalau memang masih ada waktu. Penyembelihannya selama empat hari, setelah Salat Iduladha sampai hari Tasyrik,” katanya kemarin.

Ia menambahkan, meski dengan prokes ketat, para calon pembeli rela mengunjungi lapak-lapak dan pusat ternak sapi. Para konsumen lebih yakin dengan melihat langsung sapi yang akan dibeli.

“Kalau melihat langsung dalam jual beli itu, tidak ada tipu-menipu. Jadi bisa melihat langsung ukuran dan besar kecilnya hewan kurban,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bupati Kudus Ingatkan Masyarakat Perketat Protokol Kesehatan Saat Idul Adha

Sementara itu, Kepala seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dislutkannak Batang, Saiful Husna mengemukakan, peternak dianjurkan untuk melakukan jual beli hewan kurban secara daring, agar terhindar dari Covid-19 karena adanya kerumunan. Namun jika memang daring dirasa sulit, walaupun tatap muka dilakukan seminimal mungkin dengan prokes ketat.

“Sebetulnya kami sudah menyediakan RPH di Desa Banjiran Warungasem, Sambong Batang dan Limpung. Tapi walaupun ketiganya dimaksimalkan pun tidak akan cukup se-Kabupaten Batang,” jelasnya.

Untu itu, dimungkinkan warga untuk melakukan pemotongan di luar RPH dengan ketentuan prokes ketat. Menurutnya, jumlah pedagang ternak kurban di masa PPKM Darurat di sentral-sentral penjualan pun tahun ini jauh lebih berkurang.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya di sepanjang Jalan Gajah Mada dan A. Yani H-10 Iduladha sudah banyak pedagang yang membuka lapak, tapi sejak PPKM Darurat jumlahnya menurun. Dulu bisa mencapai 10 titik, tapi sekarang Gajah Mada hanya tiga titik dan A. Yani satu titik,” tuturnya.(hms/akh)

  • Bagikan