Buka Dapur Umum untuk Warga Isoman

  • Bagikan
gedung SMK Pandanaran, Semarang
MEMBANTU: Seorang relawan sedang menyiapkan lauk untuk nasi kotak di area gedung SMK Pandanaran, Semarang, Rabu (21/7). (DICKRI TIFANI / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Gabungan relawan di Kota Semarang membuka dapur umum di gedung SMK Pandanaran Kota Semarang. Hal itu dilakukan guna membagikan sarapan sejumlah warga Kota Semarang yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Berdasarkan pantauan di lokasi, nampak sejumlah orang yang sedang sibuk meracik masakan sekitar pukul 02.30. Selain itu, terpampang spanduk yang bertuliskan “Dapur Umum Darurat Covid-19, Dokompak Peduli dan Berbagi”.

Aulia Anissa Putri, selaku bendahara II dapur umum darurat mengatakan, dapur umum darurat didirikan sejak Jumat (17/7) malam dan mulai membagikan kepada masyarakat yang sedang menjalankan isolasi mandiri pada Sabtu (18/7). Menurutnya, pihaknya setiap hari membagikan sekitar 150 sampai 160 nasi box yang dibagikan kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di delapan kecamatan di Kota Semarang.

“Hari ini sudah berjalan hari keempat. Sedangkan pada hari Jumat malam, kami sudah prepare. Kita fokuskan terlebih dahulu untuk sarapan warga isoman lebih membutuhkan dan pentingnya sarapan, butuh nutrisi juga,” kata Aulia saat ditemui di lokasi, Rabu (21/7).

Ia menuturkan, awal berdirinya dapur umum yaitu rasa keprihatinan dengan kondisi warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri. Bahkan ada masyarakat yang sedang isoman merasa kesulitan untuk makan. Apalagi, yang sedang menjalani isoman tulang punggung keluarga, sehingga tidak bisa memberikan nafkah ke keluarganya.

BACA JUGA:  Pusat Kota Semarang Terendam Banjir

“Kita berinisiatif  untuk membagikan makan gratis untuk warga isoman tanpa dipungut biaya sepeserpun,” ujarnya.

Aulia mengungkapkan, rencananya dapur umum tersebut dibuka hingga 14 hari atau lebih. Hal itu tergantung pada pendanaan akan berlanjut atau tidak. Karena itu, pihaknya dalam beberapa hari tetap fokus memberikan sarapan terlebih dahulu.

“Bagi masyarakat yang ingin mendaftar syaratnya hanya sertakan foto KTP dan hasil tes Covid atau surat dari puskesmas untuk isolasi mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang relawan Juni (45) mengatakan, relawan yang membantu di dapur umum itu sudah berkumpul sejak pukul 18.00. Kemudian pada malam hari para relawan mempersiapkan peralatan serta bahan masakan.

“Sekitar pukul 02.30 dini hari, kami mulai memasak, dan pagi hari kami distribusikan,” terangnya.

Juni menjelaskan, bahan baku, peralatan, dan lain-lain merupakan hasil dari pemberian para donatur. Sementara pihaknya juga membuka donatur untuk membantu berjalannya dapur umum tersebut. “Harapan kami, lewat gerakan ini bisa membantu warga yang tengah menjalankan isolasi mandiri,” pungkasnya. (cr11/gih)

  • Bagikan