Penjamasan Pusaka Dilaksanakan Terbatas

  • Bagikan
penjamasan pusaka di cungkup Makam Sunan Kalijaga
SEDERHANA: Kasepuhan Kadilangu saat melakukan penjamasan pusaka di cungkup Makam Sunan Kalijaga, belum lama ini. (AJI YOGA / LINGKAR JATENG)

DEMAK – Di tengah masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), penjamasan pusaka Sunan Kalijaga tetap dilaksanakan secara terbatas. Kegiatan yang telah menjadi tradisi masyarakat Demak di setiap hari Idul Adha ini, hanya dilakukan oleh internal Kasepuhan Kadilangu, di cungkup Makam Sunan Kalijaga.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinparta), Kurnia Zuharoh saat memantau pelaksanaan tersebut mengatakan, melihat masih berlakunya PPKM darurat dan di tengah pandemi Covid-19 ini kegiatan grebeg besar dan iringan prajurit patang puluhan ditiadakan. Sementara, untuk tradisi penjamasan pusaka Sunan Kalijaga hanya dilakukan oleh pihak internal Kasepuhan Kadilangu.

“Peniadaan dua event besar yang selalu menjadi favorit wisata budaya ini sudah ke dua kalinya tidak dilaksanakan. Karena berpotensi terjadi akumulasi massa yang cukup besar, ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus dan implementasi dari PPKM darurat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, proses penjamasan pusaka dimulai dari minyak jamas yang dibawa oleh beberapa abdi kasepuhan tanpa ada iring- iringan prajurit patang puluhan. Biasanya setiap pelaksanaan penjamasan juga diikuti oleh Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

BACA JUGA:  Tilang Elektronik Didorong Berkembang ke Hal Lain

Selain itu, juga diiringi 40 prajurit dan Adipati dengan kereta kencana yang mengawal minyak jamas dari Pendopo Kabupaten hingga Kadilangu.

“Untuk menghormati tradisi, ini tetap dilaksanakan dengan pengawasan dan penjagaan dari Dinparta serta pihak keamanan, yaitu TNI dan Polri,” paparnya. (cr3/git)

  • Bagikan