Atasi Sampah Organik, SMP 2 Jekulo Gandeng Perusahaan Swasta

  • Bagikan
Kepala SMP 2 Jekulo Sulaeman Sanusi Solihin
TUNJUK: Kepala SMP 2 Jekulo menunjukkan karung sampah organik yang nantinya akan diangkut pihak perusahaan untuk diolah menjadi pupuk, belum lama ini. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) 2 Jekulo bekerja sama dengan salah satu perusahaan terkemuka di Kudus dalam menangani masalah sampah. Khususnya limbah organik. Kerja sama dilakukan untuk membantu pemerintah dalam penanganan sampah, dengan cara mengurangi volume sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala SMP 2 Jekulo Sulaeman Sanusi Solihin mengatakan, kerja sama dengan perusahaan tersebut berupa pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Produk yang dihasilkan nantinya dapat digunakan apabila suatu saat dibutuhkan, atau bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

“Teknis pelaksanaannya, kami yang memisahkan sampah organik dan anorganik. Kebetulan di sekolah kami itu sudah ada penggolongan tempat sampah. Jadi untuk sampah organik sendiri dan anorganik sendiri. Sehingga lebih mudah dalam mempersiapkan untuk diangkut nantinya. Tinggal dimasukkan karung saja dan dikumpulkan,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Sulaeman itu menjelaskan, setelah sampah organik dimasukkan ke dalam karung dan dikumpulkan, tim dari perusahaan akan mengambil sampah tersebut. Sampah yang telah diambil kemudian diolah pihak perusahaan untuk dijadikan pupuk.

“Sebagian pupuk hasil olahan sampah organik, nantinya bisa kami minta untuk keperluan sekolah sesuai kebutuhan. Mulai dari perawatan tanaman, hingga media untuk belajar siswa. Jadi akan tetap ada timbal balik antara sekolah dan perusahaan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Perkuat Karakter Pancasila dengan Literasi Remaja

Sulaeman menerangkan, kerja sama pengolahan sampah organik ini belum berlangsung lama. Terhitung mulai awal Juli lalu, kerja sama baru mulai dilaksanakan.

“Program kerja sama ini dapat dibilang masih baru. Pengangkutan sampah juga baru dilakukan satu kali. Ke depan rencana setiap seminggu sekali, pihak perusahaan akan mengambil sampah organik untuk diangkut. Meski begitu, apabila suatu saat sampah di sekolah sudah menggunung, kami bisa langsung menghubungi pihak perusahaan untuk dilakukan pengangkutan,” terangnya.

Sulaeman mengungkapkan, sebelumnya SMP 2 Jekulo juga pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Kerja sama sebelumnya berupa pengadaan green house, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Sekitar kurang lebih sepuluh tahun lalu, kami juga pernah bekerja sama dengan perusahaan. Jadi dulu ada yang namanya forum guru peduli lingkungan hidup, itu tujuannya untuk mengajak semua sekolah agar lebih peduli lingkungan hidup. Kemudian realisasi kerja samanya adalah dengan pemberian green house,” ungkapnya. (cr10/fat)

  • Bagikan