Mahasiswa Minta Dilibatkan dalam Penanganan Covid-19

  • Bagikan
Kelompok Cipayung Jateng
DIALOG: Kelompok Cipayung Jateng saat mengunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh, belum lama ini. (ERNA D/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Pengurus 6 (enam) organisasi kemahasiswaan yang tergabung di perkumpulan Cipayung Jateng beramai-ramai mendatangi rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Mereka meminta mahasiswa dilibatkan dalam penanganan Covid-19 di masyarakat.

Perkumpulan Cipayung Jateng ini terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Koordinator Cipayung Jawa Tengah Badrun Nuri mengatakan, dalam upaya penanganan Covid-19 perlu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini, mahasiswa yang juga bagian dari masyarakat harus turut andil dalam penanganan tersebut.

“Pak Gubernur sangat setuju apabila mahasiswa ikut membantu pemerintah. Dan kawan-kawan Cipayung siap dilibatkan dalam penanganan Covid-19”, ujar koordinator cipayung yang juga Ketua umum DPD IMM Jawa Tengah di rumah dinas Puri Gedeh, belum lama ini.

Ia menambahkan, pihaknya telah meyampaikan beberapa gagasan kepada Ganjar untuk membantu penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.

BACA JUGA:  Empat Sektor Digenjot Guna Pulihkan Kontraksi Ekonomi Jateng

“Kami Cipayung Jateng sudah mufakat untuk turut andil membantu masyarakat dalam pandemi saat ini. Tadi kami sudah berdiskusi dengan Pak Gubernur terkait penanganan Covid-19, beberapa poin gagasan Cipayung Jateng disetujui dan akan segera dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ada banyak ide dan gagasan yan disampaikan Cipayung Jateng. Menurutnya, kontribusi yang diusulkan bersifat kongkret seperti pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang berhak, membuat konsultasi di bidang kesehatan atau telemedicine, berkontribusi pada bidang pendidikan dan lainnya.

“Ada juga yang tergerak untuk mendata UMKM terdampak, penyintas Covid dan diajak jadi donor plasma konvalesen dan lainnya. Mereka bisa masuk ke persoalan-persoalan itu dan ingin membantu menyelesaikan. Saya rasa ini gerakan yang sangat bagus, karena ini kuliah kerja yang sangat nyata,” tegas Ganjar.

Ia menambahkan bahwa semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa harus bersatu melawan pandemi. Caranya adalah berkontribusi dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki masing-masing. (cr12/gih)

  • Bagikan