Manfaatkan Tanah Luang untuk Tempat Edukasi dan Rekreasi

  • Bagikan
Komunitas Lentera Kisik
LINDUNGI: Salah satu kegitan Komunitas Lentera Kisik bersama anak-anak, belum lama ini. (ZULFIA HARYANTI / LINGKAR JATENG)

REMBANG – Pemuda Desa Plawangan memanfaatkan tanah luang di tepi pantai sebagai tempat edukasi dan rekreasi. Mereka membentuk komunitas Lentera Kisik untuk mewadahi program-program yang ada. Selain itu, alasan mereka juga untuk merawat atau melindungi lingkungan tepi pantai dari sampah permukiman yang dibuang sembarangan.

Ketua Komunitas Lentera Kisik, Sonhaji mengatakan, komunitasnya dibentuk pada 2020. Di sana terdapat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang oleh pemuda diberi nama Rumah Baca Lentera Kisik Plawangan.

“Rumah Baca Lentera Kisik berdiri pada awal April, tepatnya pada tanggal 5 April setelah mendapat izin dari pemerintah desa untuk mendirikan gubuk kecil di area pohon Akasia,” ujarnya.

Pembangunan gubuk ini, menurutnya, berasal dari dana swadaya pemuda dan bantuan dari beberapa warga. Baik berupa tenaga maupun material bangunan. Lentera Kisik sementara masih berbentuk semacam gubuk semi permanen berukuran tiga kali empat meter sebagai tempat penyimpanan buku.

Menurutnya, lahan tepi pantai yang cukup luas ini difungsikan sebagai taman baca dan bermain bagi masyarakat Plawangan dan sekitarnya. “Di sana ada buku anak-anak, remaja, teks pelajaran, pemberdayaan, agama dan genre lainnya. Buku-buku ini didapat dari patungan pemuda, donasi dari para pegiat literasi, masyarakat sekitar, sekolah, dan beberapa donasi dari pemerintah desa,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Kasus Melonjak, Pemkot Semarang Siapkan 450 Tempat Tidur Isolasi

Kegiatan di TBM lentera kisik terbagi menjadi dua, yakni kegiatan rutin dan kegiatan khusus. Kegiatan rutinnya yaitu bersih pantai setiap sore dan kegiatan Jumat Bersih. Sementara kegiatan khusus dilaksanakan secara terjadwal dan pada momen tertentu. Seperti sinau bareng dua minggu sekali, bersih pantai, kegiatan perlombaan, baca puisi, dan lainnya.

“Harapannya, lentera kisik mampu menjadi tempat atau ruang berkreasi bagi anak anak, anak remaja, dan para pemuda. Menjadi tempat untuk menuangkan ide kreatif mereka serta menjadi ruang yang ramah bagi siapapun,” pungkasnya. (zul/fat)

  • Bagikan