Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Masa Pandemi

  • Bagikan
Rudiyanto, S.Pd.,M.Pd

Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,M.Pd
Kepala SDN Sumbersari 03, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati

Sekolah ramah anak adalah satuan pendidikan formal, non formal, dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Mampu menjamin, memenuhi, mengargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya. Serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di dunia pendidikan.

Fakta yang terjadi hingga saat ini, belum terwujudnya hal seperti itu. Masih jauh dari mendekati sempurna. Sejak saat ini saya berupaya mulai mengajak dan merubah mindset para Bapak dan ibu Guru agar bisa menjadi tokoh perubahan yang berada di garis terdepan untuk mewujudkan Sekolah yang ramah anak, apalagi di saat pandemi seperti ini.

Tak sedikit karena kurangnya perhatian Orang Tua atau wali murid, yang menyebabkan anak-anak mengalami kendala ketika mengerjakan tugas sekolah yang harus di kerjakan yang seharusnya perlu pendampingan orang tuanya. Menjadikan Guru kurang berdaya dan mengalami keterbatasan untuk memantau dan mengevaluasi peserta didik.

Kurangnya komitmen stakeholder yang terkait untuk bersama-sama mewujudkan Visi dan Misi sekolah. Karena menurut saya, semua saling berkaitan. Antara Guru, orang tua dan murid adalah satu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan jika berharap suatu keberhasilan.

Harus ada kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan faktor lingkungan keluarga, khususnya Orang tua atau wali murid. Untuk itu sekali lagi, saya mengajak semua stakeholder yang terkait agar satu visi mewujudkan sekolah yang ramah anak.

BACA JUGA:  Bank Sampah Induk Pemalang Sementara Berhenti Beroperasi

Apalagi di masa pandemi seperti ini, peserta didik akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk di rumah. Guru memang harus berperan aktif memberdayakan kreatifitas dan dedikasinya untuk mengemban Visi yang luhur ini. Salah satunya dengan cara mengedepankan pendekatan yang humanis agar siswa lebih dekat dengan Gurunya, meski dengan pembelajaran mode daring.

Sekolah ramah anak bukan membuat bangunan baru. Melainkan membangun paradigma baru dalam mendidik dan mengajar peserta didik untuk menciptakan generasi baru yang tangguh tanpa kekerasan. Menumbuhkan kepekaan orang dewasa pada satuan pendidikan untuk memenuhi hak dan melindungi peserta didik.

Lingkungan keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Sehingga keluarga bereperan sebagai proteksi ekonomi sekaligus memberi ruang untuk berekspresi dan berkreasi. Sementara lingkungan sekolah bereperan melayani kebutuhan anak didik khususnya yang termargin dalam pendidikan peduli keadaan anak sebelum dan sesudah belajar, peduli kesehatan, gizi, dan membantu belajar hidup sehat, menghargai hak-hak anak dan kesetaraan gender, sebagai motivator, fasilitator, sekaligus sahabat bagi anak.

Dengan begitu, semoga tujuan dari mewujudkan sekolah ramah anak di masa pandemi segera terealisasi. Meskipun butuh waktu dan proses yang tidak singkat, namun setidaknya sudah ada upaya dan tindakan yang merupakan bagian dari solusi terkait masalah yang masih saja terjadi di lingkungan sekolah. (*)

  • Bagikan