600 Ribu Dosis Vaksin Mulai Didistribusikan di Jateng

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
PANTAU: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat memantau vaksinasi pelajar di SMAN3 Surakarta, Rabu (4/8). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SOLO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mendistribusikan sebanyak 600.000 dosis vaksin atau sekitar 60.000 vial vaksin Covid-19 ke kabupaten/kota di Jateng. Pemberian vaksin masih diprioritaskan untuk kelompok lanjut usia.

“Bagus ya dikirim terus, tetapi dari target yang dipercepat ini masih kurang. Setiap minggu kami dikirim terus, hari ini semua (daerah) vaksinnya banyak,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Solo, Rabu (4/8).

Terkait percepatan pemberian vaksin tersebut, pihaknya meminta dukungan dari berbagai pihak termasuk TNI/Polri. “Vaksin itu kami bagi secara proporsional. Kawan-kawan yang dari TNI/Polri membantu untuk percepatan vaksin. Maka prioritas kami lansia itu nomor satu,” katanya.

Sementara itu, program vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan di Jateng juga sudah dimulai. Hari ini, sejumlah nakes di RSUP dr Kariadi Semarang sudah mulai mendapat suntikan vaksin dosis ketiga itu.

“Sudah, vaksinasi booster yang Moderna untuk tenaga kesehatan sudah dimulai. Tadi (RSUP) Kariadi sudah mulai, mudah-mudahan daerah lain segera menyusul,” kata Ganjar.

Vaksin moderna, lanjut Ganjar, juga siap dikirimkan ke seluruh kabupaten/ kota di Jateng. Beberapa daerah juga sudah mengambil.

BACA JUGA:  Ponpes Diminta Koordinasi dengan Gugus Tugas

Meski begitu, ia mewanti-wanti daerah untuk menyiapkan rantai dingin. Sebab, perlakuan vaksin Moderna sangat berbeda dengan vaksin yang sudah ada, seperti Sinovac atau Astrazeneca. Vaksin Moderna harus disimpan di suhu minus 15-20 derajat celcius.

“Solo tinggal ambil, tapi saya ingatkan, karena ini perlu rantai dingin khusus, maka saya minta daerah menyiapkan rantai dinginnya. Jangan sampai kualitasnya menurun sehingga saya minta disiapkan betul. Yang sudah siap dan punya fasilitas rantai dingin, saya minta segera diambil dan disuntikkan,” tegasnya.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah mendapat vaksin kerja sama dengan Sinopharm. Vaksin itu nantinya akan disuntikkan pada sejumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah. “Itu yang coba kita gerakkan. Belum lagi bantuan vaksinasi dari TNI/Polri yang juga cukup banyak,” katanya.

Selain soal vaksinasi nakes, dalam kesempatan itu Ganjar juga mengatakan, rumah sakit darurat Donohudan sudah mulai dioperasikan. Dengan begitu, maka ia berharap penanganan akan semakin maksimal. “Sudah siap. Sebenarnya target operasi kan tanggal 1 Agustus, tapi karena ada beberapa yang perlu diperbaiki. Tapi hari ini sudah bisa dipakai,” pungkasnya. (ara/hms/gih)

  • Bagikan