ASN hingga Kades Diinstruksikan Larisi UKM

  • Bagikan
Bupati Kudus HM Hartopo
BUKA: Bupati Kudus HM Hartopo saat menikmati lentog di Pusat Kuliner Lentog Tanjung, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, diinstruksikan untuk berbelanja di usaha mikro dan kecil (UKM). Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Kudus Nomor 360/1657/04.03/2021.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, dalam SE tersebut tertuang gerakan belanja pada pedagang sektor usaha mikro dan kecil dalam masa PPKM level 3. Hal itu guna mendukung kegiatan perekonomian masyarakat di Kudus.

“Adanya penerapan PPKM darurat dan level 4 di Kudus ini, banyak pelaku usaha yang terdampak. Harapannya, supaya dapat menggairahkan kembali perekonomian sektor UKM,” ucapnya.

Di dalam surat tersebut sendiri, terdapat tiga golongan yang diinstruksikan melarisi atau membeli dagangan pelaku UKM. Yakni seluruh ASN, pegawai BUMD atau BUMN, dan kepala desa hingga perangkat desa.

“Dengan status Kudus yang berada di level 3 ini, kami mempersilahkan semua warung dan restoran untuk kembali melayani makan di tempat. Hanya saja, protokol kesehatan (Prokes) tetap dijalankan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Hartopo: Semua Agenda Pada 2020 Berjalan Tepat Waktu

Pihaknya melanjutkan, pembukaan kembali warung makan yang dapat melayani dinein bisa membawa pengaruh baik bagi pelaku usaha kuliner. Di mana, saat PPKM darurat dan level 4 sebelumnya mengalami penurunan omzet pendapatan yang drastis.

“Kami sendiri mulai melonggarkan sejumlah aturan dalam pelaksanaan PPKM level 3 ini. Dari menghidupkan lampu LPJU kembali, melonggarkan penyekatan jalan, hingga membuka kembali mal-mal non bahan pokok atau sembako,” pungkasnya. (sam/fat)

  • Bagikan