Kisah di Balik Foto Pedagang Semarang yang Diunggah Apple

  • Bagikan
Foto Rezha Amran
Foto Rezha Amran yang diunggah di akun Instagram Apple.(INSTAGRAM/LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Dari ratusan foto-foto pemandangan memukau, close up wajah hingga binatang diunggah di akun Instagram Apple, ada foto pedagang pasar Semarang yang tampak misterius. Foto tersebut dijepret oleh Rezha Amran, seorang praktisi kehumasan di Jakarta yang menyukai fotografi, khususnya fotografi jalanan (street photography).

Jenama yang didirikan oleh Steve Jobs itu biasa mengunggah hasil foto dari pengguna iPhone di seluruh dunia yang memakai tagar #ShotoniPhone, mulai dari Fukuoka di Jepang sampai Cambridge di Inggris. Bagi Rezha, sebuah kebanggaan melihat foto dari Indonesia bisa menghiasi feed Instagram Apple.

“Kalau kita lihat di feed-nya Apple itu kan dari berbagai macam genre foto dan video, bahkan street photography termasuk jarang, di situ ada landscape, bahkan detail seperti tangan atau kuku, mobil dan lain sebagainya. Saya enggak tahu apa pertimbangan kenapa foto saya bisa dilirik dari sekian banyak orang yang menggunakan hashtag #shotoniphone, mungkin rezeki, alhamdulillah,” kata Rezha, Minggu (8/8).

Warganet di negeri ini juga turut menyemarakkan kolom komentar dengan tulisan “Indonesia” atau emoji bendera Merah Putih, hingga komentar jenaka yang fokus kepada detail kerupuk rambak dari kulit sapi yang ada di foto. Komentar-komentar warganet yang menghangatkan hati Rezha membuatnya merasa tersanjung.

Foto pedagang di pasar Semarang berlatar belakang pintu akordeon warna hijau itu dijepret tahun lalu saat pandemi ketika dia sedang mengantar istri ke pasar. Daripada menghabiskan waktu untuk menunggu di tempat parkir, dia berpikir lebih baik berjalan-jalan untuk mencari objek menarik yang bisa dijepret. Tak mau repot-repot membawa kamera, dia hanya mengandalkan smartphone yang ringkas.

BACA JUGA:  Bagikan Ribuan Pil Anemia, Cegah Stunting

“Handphone saya bukan iPhone yang canggih (terbaru), tapi iPhone 7 plus,” ungkap dia.

Pagi itu, jam belum menunjukkan pukul tujuh pagi. Sinar matahari yang menyorot pedagang dengan topi lebar di menarik hati Rezha yang menyukai kontras cahaya dan bayangan. Sinar matahari menyorot latar belakang si pedagang, tapi sosoknya terlihat gelap dan memberikan kesan misterius.

Setelah sempat melewati si pedagang dan berjalan-jalan di pasar, dia akhirnya kembali dan memotret secara candid dengan handphone dengan pertimbangan identitas objek yang tetap terlindungi karena wajahnya tidak terlihat. Foto itu merupakan hasil terbaiknya dari berburu foto di tempat tersebut.

Foto itu diunggah di akun miliknya pada Februari 2021 di Instagram. Kemudian dia dihubungi oleh Apple via surel sebelum akhirnya foto itu menghiasi feed Instagram jenama tersebut pada Agustus 2021. Malam itu, notifikasi komentar dan pengikut baru di Instagram membanjiri layar ponselnya.

“Kalau enggak salah jam 12 malam, saya baru pas mau tidur, notifikasi (yang masuk) wow…” ujarnya. (ara/git)

  • Bagikan