Hari Jadi ke-71 Jateng Diperingati Sederhana

  • Bagikan
Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo
Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Peringatan Hari Jadi ke-71 Provinsi Jawa Tengah yang jatuh pada 15 Agustus mendatang, akan dilakukan secara sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Rencananya, peringatan akan dimulai pada Jum’at (13/8) hingga Minggu (15/8).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengatakan, sama seperti tahun lalu, peringatan Hari Jadi ke-71 tahun ini berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19. Untuk itu, peringatannya mesti disesuaikan dengan kondisi sekarang.

“Ini kita peringati dengan suasana masih dalam pandemi. Tentunya kita menyesuaikan seluruh acaranya,” kata Prasetyo di ruang kerjanya, Kamis (12/8).

Menurutnya, beberapa rangkaian kegiatan akan dimulai dengan kegiatan donor darah dan plasma konvalesen di kantor PMI Jawa Tengah, Jumat (13/8). Selanjutnya, bakti sosial di Panti Asuhan/Difabel, pada Sabtu (14/8). Acara puncaknya adalah upacara bendera di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Minggu (15/8).

Ditambahkan, tamu yang hadir juga akan dibatasi. Sampai saat ini, ada sekitar 30 orang tamu yang hadir. Seperti dari forkopimda, sekda dan para asisten, mantan gubernur, pleton gabungan, seperti TNI, Polri, dan instansi vertikal. Termasuk, tamu lain, seperti dari SKPD, unsur gabungan, dan perwakilan penerima penghargaan.

“Tentunya kita lakukan secara virtual (pemberian penghargaan). Semuanya disebutkan, dan setiap penerima penghargaan nanti akan ada perwakilan yang hadir di upacara bendera,” terangnya lebih lanjut.

BACA JUGA:  Bambang Pacul Tetap Ketua DPD PDI P

Beberapa perwakilan peserta upacara yang diharapkan hadir dalam penerimaan penghargaan itu di antaranya ada para pahlawan kesehatan. Yaitu dokter, tenaga kesehatan (nakes), penyintas yang sudah melewati perjuangannya melawan Covid dan sekarang mereka aktif menolong masyakarat yang terdampak Covid-19. Termasuk, pelaku usaha yang mendapat penghargaan karena mereka berhasil bertahan. Mereka adalah para pengusaha kecil yang selamat dan bangkit.

“Itu rangkaian secara umum yang kita lakukan secara sederhana, tapi tetap tanpa mengurangi kekhidmatan kita, penghormatan kita kepada para pendiri bangsa, para tokoh-tokoh yang sudah ikut memberikan kontribusi,” ucapnya.

Prasetyo berharap, Pemerintah Jawa Tengah dalam usianya ke-71 tahun ini, tetap bisa eksis, bahkan terus bertumbuh melayani masyarakat, mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan tetap berupaya untuk melaksanakan tugas pembangunan semaksimal mungkin bagi kesejahteraan masyarakat, dan tetap mboten korupsi mboten ngapusi.

“Selamat ulang tahun ke-71 Provinsi Jawa Tengah tahun ini. Semoga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus hadir melayani masyarakat lebih baik, melayani masyarakat lebih utama di dalam segala aspek, di pelayanan atau pembangunan di Jawa Tengah,” ucapnya. (hms/gih)

  • Bagikan