Gubernur Bolehkan PTM Sebatas Uji Coba

  • Bagikan
Pelaksanaan uji coba PTM
SIAPKAN: Pelaksanaan uji coba PTM sebelum Covid-19 melonjak di Wonogori, beberapa waktu lalu. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperbolehkan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), namun hanya sebatas uji coba. Selain itu, sekolah harus memperoleh izin dari dinas terkait.

“Pertama yang dibolehkan adalah uji coba, dan ketika uji coba itu dilakukan harus dilaporkan kepada kita. Kenapa ini penting? agar kita bisa melakukan kontrol,” katanya, kemarin.

Hal tersebut disampaikan Ganjar menanggapi adanya sekolah di daerah yang nekat menggelar PTM meskipun masih pandemi Covid-19. Menurutnya, persyaratan semacam ini menjadi keharusan dalam situasi pandemi agar bisa diambil tindakan cepat jika terjadi sesuatu.

“Seandainya terjadi sesuatu, maka kita bisa menyikapi itu dengan cepat. Dan itu sudah ada kok ketentuannya, bagaimana peralatan, bagaimana cara mengajar, berapa rasio siswa dan sebagainya,” ujarnya.

Orang nomor satu di Jateng itu berharap kabupaten/kota yang ingin melakukan PTM harus melakukan uji coba terlebih dulu. Sebab, pertimbangan epidemiologis untuk menentukan sekolah mana yang bisa menggelar uji coba PTM juga penting.

“Harapan saya, kalau ada kabupaten/kota ingin melakukan uji coba tatap muka sebaiknya diambil sampel-sampel dulu. Pertimbangkan data epidemologis sehingga di area-area sekitar itu adalah area yang relatif aman karena ini anak-anak kita. Jangan sampai nanti kita salah melangkah kemudian mereka tertular, itu yang dihindari,” katanya.

Ganjar mengaku tidak ragu menjatuhkan sanksi tegas berupa penutupan kepada pihak sekolah di bawah kewenangan Pemprov Jateng yang nekat menggelar PTM. “Gak boleh, apalagi kalau SMK dengan kewenangan kita dan biasanya mereka tidak izin, jangan melakukan dulu kalau tidak kita tutup nanti. Kita minta untuk pulang semuanya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Masan Dukung PTM Terus Berlangsung

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Suyanta mengatakan pada Jumat (20/8), Pemprov Jateng belum memutuskan pelaksanaan PTM hingga keadaan stabil. Pertimbangannya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali masih berlangsung hingga tanggal 23 Agustus 2021.

“Sampai saat ini karena pertimbangan pandemi Covid-19, di Jawa Tengah masih naik turun levelnya, kadang level III naik ke level IV dan sebaliknya. Terdapat instruksi gubernur bahwa sampai tanggal 23 Agustus besok itu masih daring semua,” ungkap Suyanta.

Ia mengatakan bahwa setiap pekan pihaknya selalu mengadakan evaluasi terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Hal itu dilakukan untuk memastikan aktivitas pembelajaran berjalan dengan baik meskipun diselenggarakan secara daring. “Setiap minggunya kami adakan evaluasi. Keselamatan dalam pembelajaran adalah segala-galanya,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk diadakan PTM. Dengan meningkatkan inovasi dan kreativitas di setiap sekolah.”Inovasi pendidikan di sekolah, meskipun PJJ diselenggarakan secara menarik perhatian siswa. Guru dituntut untuk menguasai IT, bersyukur membuat guru akhirnya mau tidak mau menjadi bisa,” ujarnya.

Ia menyebutkan, PTM telah dirindukan oleh seluruh masyarakat. Namun, pihaknya mewanti-wanti dapat terselenggara PTM harus menerapkan protokol kesehatan. Sebab, hal itu adalah kunci PTM dapat dilaksanakan. “Syarat PTM itu kasus Covid-19 menurun, diharapkan semua masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Kalau kasus Covid-19 menurun maka PTM akan segera diselenggarakan,” tandasnya. (ara/cr12/gih)

  • Bagikan