Kabupaten/Kota Diminta Gencarkan Testing dan Tracing

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menggencarkan peningkatan testing dan tracing di kabupaten/kota. Pemprov mengharuskan kabupaten/ kota melakukan testing minimal delapan kali lipat dibandingkan dengan angka kasus positif tiap harinya.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo setelah rapat koordinasi Covid-19 secara daring di kediamannya, Puri Gedeh, Jl. Gubernur Budiono, Gajahmungkur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (23/8).

“Dari data yang ada, karena kita mau meningkatkan testing dan tracing, kita minta umpama 32 peningkatan di satu kabupaten, maka testingnya dikalikan delapan, minimal. Kalau targetnya sebenarnya 15. Ini sudah kita mintakan sehingga nanti kalau ada penambahan ya sudah itu tadi dikalikan 8, syukur lebih,” tuturnya.

Peningkatan angka testing ini, lanjutnya, juga dilakukan sebagai upaya melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ini untuk melihat, agar kita bisa melakukan tracing kepada yang lain. Makanya satu kasus minimum 8 (testing). Sehingga kita akan tahu tes-tes kita jauh lebih baik. Itu yang menjadi catatan kita,” ujarnya.

Selain itu, penginputan data juga masih menjadi catatan penting. Penginputan data yang tidak riil per hari, kata Ganjar, menjadi penyebab tingginya data kasus Covid-19 di Jateng pada pekan terakhir ini.

“Umpama ada di kabupaten hari itu 32 (kasus), ya sudah 32. Tidak ada lagi data yang belum dimasukkan kemudian didesakkan pada data pada hari ini. Itu akan meningkatkan  jumlah. Seperti yang seminggu kemarin kok Jateng tinggi terus. Ternyata dengan data riil yang kita masukkan, yang lain (data yang belum terinput) kita masukkan dalam box dulu untuk nanti kita masukkan dalam data akumulatif. Ternyata kita turun di ranking empat,” ucapnya.

BACA JUGA:  Jumlah Nakes Terpapar Covid di Jawa Tengah Turun Drastis

Sebagai informasi, angka kasus positif di Jateng pada tanggal 22 Agustus lalu hanya 427. Angka ini menurun jauh dibandingkan pekan-pekan sebelumnya yang mencapai 3000 per hari. Ganjar merinci, saat ini penambahan kasus tertinggi ada di Purbalingga sebanyak 94 kasus, disusul Cilacap 41 kasus dan Banyumas 35 kasus

Di sisi lain, pihaknya juga memadupadankan data dengan pemerintah pusat. Kekacauan penginputan data yang sempat terjadi, jelasnya, sudah mulai teratasi meskipun masih terjadi beberapa delay data di kabupaten/ kota.

“Kami memadukan data. Karena banyak bupati/ walikota yang kemarin protes kenapa sih tempat saya sudah turun kok datanya masih tinggi. Alhamdulilah mulai beres, mulai fix datanya. Dengan (pemerintah) pusat juga sudah bagus, tapi masih ada delay data di level kabupaten/ kota karena memang belum diinput. Tadi saya minta untuk diverifikasi,” terangnya. (cr12/gih)

  • Bagikan