Dindukcapil Kota Jogja Terbitkan 2 KTP untuk Warga Transgender

  • Bagikan
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta
SERAH TERIMA: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta menyerahkan KTP kepada warga dari kelompok marjinal, Rabu (1/9). (ANTARA / LINGKAR JATENG)

YOGYAKARTA– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta menerbitkan dua KTP elektronik untuk warga dari kelompok marjinal yaitu dua transgender. Penerbitan ini setelah dipastikan data kependudukan yang disampaikan valid dan tunggal.

“Kami bekerja sama dengan komunitas yang menaungi mereka. Sebenarnya ada delapan data yang dikirim, tetapi satu warga meninggal dunia dan baru dua pemohon yang datanya memenuhi syarat saat diverifikasi,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta Bram Prasetyo di Yogyakarta, Rabu (1/9).

Sebelum menerbitkan KTP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta melakukan verifikasi dan klarifikasi langsung kepada pemohon. Hal itu untuk memastikan kebenaran data dengan mengundang komunitas tempat mereka bernaung, pendamping, hingga pengurus RT dan RW di tempat domisili.

Setelah seluruh data dapat dibuktikan kebenarannya, penerbitan KTP elektronik untuk dua transgender tersebut juga tidak membutuhkan waktu lama. Yaitu hanya sekitar 30 menit usai data dinyatakan tunggal, KTP sudah diterbitkan.

Di dalam KTP, Bram menegaskan bahwa jenis kelamin tetap akan ditulis sesuai jenis kelamin awal atau sesuai kodratnya. Kecuali, sudah ada keputusan dari pengadilan terkait penggantian kelamin.

BACA JUGA:  Pemda DIY Perketat Pengawasan Lokasi Kumpul Anak Muda

“Untuk foto di KTP, mereka bisa berfoto dengan gaya rambut panjang atau mengenakan riasan wajah sekalipun,” ucapnya.

Selain menerbitkan KTP elektronik, juga diterbitkan KK baru untuk warga tersebut. Keduanya masuk dalam KK pengampu atau penanggung jawab di komunitasnya.

Pada tahun lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta juga sudah menerbitkan satu KTP elektronik untuk transgender. Sehingga, total sudah ada tiga KTP elektronik yang diterbitkan untuk kelompok marjinal tersebut.

Bram mengatakan, warga transgender yang mengakses layanan KTP elektronik di Kota Yogyakarta tersebut biasanya bukan merupakan warga Kota Yogyakarta asli. Tetapi mereka sudah berdomisili cukup lama di Yogyakarta dan berasimilasi dengan warga sekitar.

Selain untuk kelompok transgender, layanan administrasi kependudukan bagi kelompok marjinal juga diberikan kepada warga disabilitas hingga lanjut usia.

Permohonan administrasi kependudukan untuk kelompok marjinal, lanjut Bram mengalami kenaikan selama program vaksinasi Covid-19 berjalan. Sebab, warga membutuhkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk data vaksinasi dapat terhubung dengan aplikasi Peduli Lindungi. (ara/gih)

  • Bagikan