Pedagang Grosir Pasar Johar akan Dipindahkan

  • Bagikan
Pedagang Grosir Pasar Johar
KONDISI: Pasar Rejomulyo yang berada di Jalan Pengapon, Kemijen, Semarang Timur, Rabu (8/9). (DICKRI TIFANI / LINGKAR JATENG)

SEMARANG –  Pasar Johar dikenal masyarakat dengan sentral pusat grosir di Kota Semarang. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan merubah fungsi grosir menjadi eceran di kawasan tersebut. Sehingga pedagang grosir akan dibangunkan pasar induk tersendiri.

Plh Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Mujoko Raharjo menyampaikan bahwa pedagang di Pasar Johar akan dibagi menjadi enam blok. Di antaranya Johar Tengah, Johar Utara, Pasar Kanjengan, Johar Selatan, Alun-alun Johar, dan Shopping Center Johar (SCJ).

Menurutnya, blok tersebut digunakan untuk pedagang ecer lantaran kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk pasar grosir. Apalagi, kawasan ini tak memungkinkan untuk bongkar muat kendaraan besar.

“Johar saat ini hanya untuk retail, ecer, karena untuk pedagang grosir ditempatkan di Johar banyak sekali kendala. Mulai dari bongkar muat tidak ada tempat, akses jalan dan manuver kesulitan,” kata Mujoko, Rabu (8/9).

Sementara, ia menuturkan bahwa hasil dari data yang masuk, pedagang di Johar masuk dalam kategori grosir dan retail. Ia mengatakan, biasanya pedagang skala besar memiliki lebih dari dua lapak. Hal itu sudah masuk kategori grosir. “Penataan pedagang diatur dalam perwal. Dan dinas perdagangan membuat kebijakan diperbolehkan satu pedagang hanya dapat satu lapak, “ujarnya.

BACA JUGA:  Kementerian PUPR Teruskan Pembangunan Pasar Johar

Meskipun pedagang grosir tak bisa menempati di kawasan Pasar Johar, namun pedagang grosir rencananya akan dibangunkan pasar induk di Pasar Rejomulyo. Sehingga, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat untuk pembangunan pasar induk.

Mujoko mengungkapkan bahwa proposalnya sudah diproses. Bahkan, sudah ada kajian untuk masuk ke dalam Kementerian Perdagangan, Menteri Perekonomian dan PUPR. “Anggaran yang diajukan ke pemerintah pusat untuk pembangunan pasar induk sebesar Rp 100 miliar. Bila disetujui, kami bangun di Rejomulyo,” terangnya.

Meski demikian, ia menilai prosesnya masih cukup panjang. Mulai dari kajian Amdal, detail engineering desain (DED), dan lain-lain. (cr11/gih)

  • Bagikan