Atur Jam Keberangkatan untuk Siasati Kerumunan

  • Bagikan
Siswa SMP 2 Mejobo
TERTIB: Siswa SMP 2 Mejobo, saat menerapkan SOP keberangkatan di halaman sekolah, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Kudus, telah dilaksanakan sejak akhir Agustus lalu. Meski demikian, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Mejobo tetap mewaspadai terjadinya kerumunan. Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Kepala SMP 2 Mejobo Joko Purwanto menerangkan, pihaknya telah mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi saat pelaksanaan uji coba PTM. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menyiapkan skenario keberangkatan, sehingga kemungkinan terjadinya kerumunan semakin kecil.

“Kita dari pihak sekolah, sudah menyiapkan skenario khusus dalam uji coba PTM kali ini. Jadi untuk keberangkatan siswa, jamnya dibedakan antar kelas. Bagi siswa kelas VII, kami jadwalkan masuk pukul 07.00. Kemudian kelas VIII, masuk pukul 08.00, dan kelas IX masuk pukul 09.00. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya kerumunan semakin kecil,” terangnya.

Tidak sampai di situ, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan puskesmas setempat. Tujuannya adalah supaya fasilitas kesehatan yang disediakan pihak sekolah, benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan. Sehingga, pihaknya dapat mengantisipasi dengan baik, ketika terjadi sesuatu di luar dugaan.

BACA JUGA:  Tantangan Musik Tradisional di Era Modern

“Intinya kami benar-benar menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Jangan sampai program dengan niat baik ini, justru malah menjadi bumerang bagi kita. Jangan sampai nanti malah terbentuk klaster baru. Oleh karena itu, persiapan kegiatan kami rancang dengan sebaik mungkin,” paparnya.

Selain kerja sama dengan pihak puskesmas, SMP 2 Mejobo juga bekerja sama dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat. Hal tersebut dilakukan, karena pihaknya sedikit mengalami kendala saat keberangkatan sekolah.

“Untuk keamanan, kami bekerja sama dengan Bhabinkamtimas, terutama dalam penyeberangan anak. Alhamdulillah dari Bhabinkamtimas sendiri bersedia, dan setiap pagi stand by di sini,” jelasnya.

Dari segi pembelajaran, pihaknya juga selalu memberikan edukasi terkait Covid-19 kepada siswa. Hal itu sesuai dengan arahan Bupati Kudus HM Hartopo, untuk selalu memberikan edukasi Covid-19 kepada anak. Supaya siswa dapat memahami betul, pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi di awal pembelajaran, tiga sampai lima menit digunakan khusus untuk penyampaian edukasi Covid-19. Tujuannya agar jangan sampai terjadi klaster sekolah. Sehingga harapannya, pembelajaran tatap muka dapat terus berlanjut,” pungkasnya. (cr10/fat)

  • Bagikan