Rambu Peringatan hingga Jalur Penyelamat bakal Dipasang di Sigar Bencah

  • Bagikan
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit. (DICKRI TIFANI / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Akibat tragedi kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Imam Suprapto, Kecamatan Tembalang atau Turunan Sigar Bencah, beberapa waktu lalu, di lokasi tersebut akan dipasang rambu peringatan dan jalur penyelamatan. Pemasangan ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan berikurtnya.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi Satlantas Polrestabes Semarang bersama dengan  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Polsek Kecamatan Tembalang, dan Koramil 12 Tembalang melakukan rapat koordinasi di Kantor Dinas Perhubungan Kota Semarang, Senin (13/9).

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit menyampaikan, rapat koordinasi ini membahas mengenai peristiwa kecelakaan yang terjadi wilayah Sigar Bencah. Menurutnya, hasil rapat koordinasi yaitu melakukan antisipasi kecelakaan dengan cara berbagai pemasangan rambu peringatan. Satu di antaranya himbauan untuk pindah gigi rendah karena melewati turunan tajam.

Selain itu, pemasangan rambu peringatan kendaraan bermuatan hanya boleh melintas mulai jam 18.00 – 05.00. Sigit meminta agar para pengemudi kendaraan bermuatan untuk tidak melintas di luar jam itu lantaran mobilitas masyarakat yang lebih tinggi.

“Nantinya rambu akan dipasang mulai dari depan Koramil 12 Tembalang sampai SPBU Sigar Bencah,” kata AKBP Sigit usai rapat koordinasi.

Tidak hanya pemasangan rambu saja, kata dia, pihaknya juga akan memasang pita kejut. Hal itu bertujuan untuk mengembalikan kesadaran pengemudi jika mengantuk.

“Kami juga akan memasang lampu flashlight sebagai tanda rambu hati-hati. Dan nanti akan dipasang cermin cembung.  Lokasinya di tikungan setelah Koramil kalau dari arah Tembalang. Jadi baik yang dari atas maupun bawah bisa terlihat,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Rumah Makan Ikan Manyung Jadi Klaster Baru di Semarang

Kemudian dalam waktu dekat, Sigit menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban di wilayah tersebut.  Dengan adanya pemasangan rambu peringatan, ia mengharapkan agar para pengemudi untuk bisa lebih berhati-hati ketika melintas. Selanjutnya mobilitas kendaraan bermuatan juga bisa diminimalisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit memberikan saran agar di Sigar Bencah dibangun jalur penyelamat. Jika kendaraan bermuatan yang mengalami rem blong bisa masuk jalur tersebut. Namun perihal jalur penyelamat itu akan digunakan untuk rencana jangka panjang. Untuk itu, pihaknya fokus terhadap rambu peringatan.

“Jika ada jalur penyelamat agar bisa mencegah fatalitas korban kecelakaan dapat diminimalisasi. Kalau jalur penyelamat ini rencana jangka panjang. Karena prosesnya untuk membuat ini juga panjang. Fokus utama kami saat ini memasang rambu peringatan baru setelahnya jalur penyelamat,” terangnya.

Kendati demikian, Sigit menuturkan ada beberapa jalur lainnya yang masih rawan kecelakaan. Diantaranya Silayur dan Gombel Lama. Sebab, jalurnya berupa tanjakan dan banyak tikungan. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa seringnya terjadi kecelakaan karena disebabkan pelanggaran yang dilakukan pengendara.

“Berdasarkan pengamatan lalu lintas, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas sudah baik. Karena itu kami himbau agar masyarakat lebih sadar dalam berlalu lintas agar bisa meminimalisasi kecelakaan,”pungkasnya. (dik/gih)

  • Bagikan