Mengenal Kampung Jangkrik di Pucakwangi

  • Bagikan
Kampung Jangkrik di Pucakwangi
PANEN: Salah satu warga memanen jangkrik dari kotak pembesaran yang ada di samping rumahnya, belum lama ini. (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI – Tidak berlebihan jika Dukuh Gragalan, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi disebut-sebut sebagai kampung jangkrik. Sebab sebagian besar warga memiliki kotak (box) pembesaran hewan berjenis serangga tersebut dirumahnya. Dari bisnis tersebut mereka meraup untung jutaan rupiah setiap bulannya.

Jumadi (36) koordinator kelompok budidaya menyatakan, usaha pembesaran jangkrik telah ditekuni sebagian besar warga selama setangah tahun ini. Awal mula bisnis sampingan tersebut berawal dari dirinya yang tiap bulan mendapatkan permintaan jangkrik ukuran 4-5 cm dari pengepul untuk dibeli.

“Setiap harinya ada permintaan 1 kwintal jangkrik usia 1 bulan. Jumlah tersebut terlalu banyak untuk saya. Jadi saya mulai mengajak tetangga untuk ikut bikin kotak pembesaran. Tak butuh waktu lama kini nyaris 85% warga disini ikut menjalankan bisnis ini,” terangnya saat ditemui Joglo Jateng.

Menurut Jumadi, permintaan jangkrik yang tinggi dipengaruhi banyaknya kebutuhan pakan pembudidaya burung kicau di berbagai daerah. Sedangkan praktik bisnis ini belum banyak jumlahnya. Ditambah lagi para peternak ikan yang juga membutuhkan jangkrik sebagai penambah protein.

BACA JUGA:  PPKM Diperpanjang, Penyekatan Jalur Diperketat

“Dari hanya beberapa kotak pembesaran, saat ini jika dihitung total sudah ada 200 an kotak lebih di kampung kami. Warga memanfaatkan ruang-ruang kosong disamping dan belakang rumah. Cara kolektif seperti ini lebih tepat dibandingkan terpusat di satu ruangan. Masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan yang lumayan tiap panen,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan kunci dari pembesaran jangkrik terletak pada manajemen pakan. Meski jangkrik tergolong serangga yang mudah beradaptasi, namun pemberian pakan yang memadai sangat menunjang bobot hewan. Selama ini warga Dukuh Gragalan menggabungkan pakan voer ayam dengan daun-daunan yang mudah didapatkan di kebun.

“Saat ini setiap pembudidaya paling sedikit punya 6 kotak. Konsepnya setiap dua minggu sekali bisa panen agar uang bisa diputar. Jika perawatan baik dan cukup air, dari setiap 3 kotak berdiameter 2,4×1,2 meter meter setiap panen kami bisa untung 1 hingga 1,5 juta dari 50 kilogram hingga 1 kwintal jangkrik muda,” pungkasnya. (ahw/fat)

  • Bagikan