Satuan Pemadam Kebakaran Pati Kekurangan Personil

  • Bagikan
mobil pemadam kebakaran
ARMADA: Kondisi sejumlah mobil pemadam kebakaran yang kinerjaanya sudah tidak maksimal sebab tua dimakan usia, Rabu (15/9). (ACHWAN / LINGKAR JATENG)

PATI – Sepanjang Januari-September 2021 tercatat sebanyak 58 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Pati. Banyaknya kasus tersebut membuat Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) kewalahan. Pasalnya, satuan khusus dibawah Satpol PP tersebut tidak memiliki jumlah personil ideal.

Kepala Bidang Damkar dan Linmas Mirza Nur Hidayat menyatakan untuk menangani luasnya wilayah Pati, saat ini pihaknya hanya memiliki 3 pos siaga. Yakni markas pusat di Pati Kota, Pos Juwana dan Pos Tambakromo. Menurutnya saat ini di Pos Juwana jumlah personilnya tidak memadai dengan cakupan wilayah tugas yang amat luas.

“Di markas pusat ada 30 personil dengan dua shift jaga. Di Pos Tambakromo ada 12 personil untuk menangani Eks Kawedanan Sukolilo. Sedangkan Eks Kawedanan Juwana hanya punya 13 personil di wilayah padat penduduk. Namun juga harus meng-cover Eks Kawedanan Jakenan,” terangnya, Rabu (15/9).

Mirza menyatakan ketimpangan tersebut mempengaruhi kinerja regu pemadam. Terlebih wilayah Juwana merupakan kawasan industri dan pusat aktivitas nelayan. Sehingga ada kerentanan tinggi terjadinya kebakaran.

“Kita ada 2 armada pemadam plus 1 kapal pemadam di Juwana. Namun sepertinya itu masih kurang memadai. Mengingat bahaya kebakaran kapal yang tinggi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  BPBD Kabupaten Pati Bersama Tim Gabungan Terus Cari Nelayan Hilang di Perairan Tayu

Lebih lanjut ia mengungkapkan secara keseluruhan pihaknya kini memilki 9 armada pemadam. Namun sebagian besar kinerjanya terganggu akibat termakan usia. Padahal mobilitas regu pemadam kebakaran mengandalkan kecepatan. Ia menyebut dari keseluruhan armada hanya 6 yang efektif untuk mendukung operasi pemadaman api.

“Untuk kapal pemadam kami baru punya 1, namun idealnya kita butuh 2 unit. Sebab kebakaran kapal hanya efektif menggunakan kapal pemadam. Mengingat lokasinya yang sulit dijangkau armada darat,” jelasnya.

Ia menambahkan banyaknya kasus kebakaran secara terbanyak melanda kawasan padat penduduk dan lokasi tambat kapal. Umumnya penyebab kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek disebabkan rangkaian listrik yang tidak sesuai standar.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola listrik dan perapian kandang. Sulitnya wilayah yang dijangkau, terlambatnya laporan dan banyak lagi masalah teknis dalam perjalanan juga menjadi kendala regu pemadam untuk sampai tepat waktu,” pungkasnya. (ahw/fat)

  • Bagikan